Ketika Kpop Tak Diterima di Industri Musik AS, Sampai Disebut Bukan Musik Sungguhan...

Kpop tak sepenuhnya diterima di industri musik AS. Bahkan, ada yang menilai bukanlah karya musik sungguhan. Mengapa?

Ketika Kpop Tak Diterima di Industri Musik AS, Sampai Disebut Bukan Musik Sungguhan...
Grup Kpop paling sukses sepanjang sejarah, BTS.

INILAHKORAN, Bandung- Popularitas Kpop memang tak terbendung di berbagai negara. Tapi, tidak untuk AS (Amerika Serikat).

Belakangan, muncul pernyataan-pernyataan dari para pelaku industri musik AS yang menginginkan 'kehebohan' Kpop segera berlalu.

Sebagian dari mereka, bahkan memandang Kpop bukanlah sebuah karya musik sungguhan.

Sejauh ini, Kpop dengan diwakili grup-grup fenomenal macam BTS telah mengukir rekor-rekor baru yang belum pernah terpecahkan sebelumnya.

Baca Juga: Setelah Ciawi dan Citeureup, Ini Titik Bangunan Liar Tol Jagorawi yang Bakal Disapu Jasa Marga

BTS menaklukkan tangga lagu Billboard beberapa kali dengan melalui lagu hits seperti "Butter" (2021) dan "Dynamite" (2020).

BTS kemudian menjadi artis Kpop pertama yang mendapatkan nominasi Grammy pada tahun 2020.

Tetapi, ini tak berarti Kpop mendapatkan penghargaan dari orang-orang di industri musik Barat, seperti diungkapkan manajer publisitas Helix Publicity, Britanny Press.

"Meskipun lebih banyak grup Kpop datang ke Amerika untuk promosi mereka dan beberapa mendapatkan nominasi penghargaan yang layak di penghargaan musik Amerika, tampaknya banyak orang di industri musik AS masih ingin Kpop pergi, percaya itu hanya sekedar iseng-iseng," kata dia seperti dikutip dari The Korea Times, Senin 7 Januari 2022.

Baca Juga: Hukum Menelan Ludah Saat Puasa, Buya Yahya: Tak Batal Asal Penuhi 3 Syarat Ini

Helix merupakan agensi publisitas yang berbasis di New York City dan didedikasikan untuk mempromosikan artis Kpop dan Asia di pasar internasional.

Saat ini mereka bekerja sama dengan bintang Kpop seperti Wheein MAMAMOO, AB6IX dan LIGHTSUM.

Press menjelaskan, masih ada orang-orang berpikiran tertutup yang tidak mengerti K-pop karena bahasanya berbeda dari mereka.

Di sisi lain, orang-orang di industri musik Amerika juga masih memiliki pandangan yang ketinggalan zaman soal Kpop.

Baca Juga: Jangan Ngeyel, Stop PTM di Bandung, Jika Jujur Setiap Sekolah Diyakini Ada yang Positif Covid 19

Hal lainnya, yakni pandangan rasis terhadap artis Asia dan banyak dari mereka yang tidak menganggap Kpop sebagai musik yang sesungguhnya.

Beberapa profesional media besar bahkan mencemooh artis Kpop dan Asia dengan bertanya alasan Helix tidak bekerja dengan artis kulit putih mana pun.

Menurut Press, mereka ini bahkan sering tidak mendengarkan atau memberikan pertimbangan apa pun kepada artis yang sedang dia dan tim promosikan.

"Ini benar-benar memalukan, tapi aku harap ini secara bertahap akan berubah seiring berjalannya waktu dan artis Kpop terus mempromosikan musik mereka di seluruh dunia," tutur dia.

Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta Senin 7 Februari 2022: Aladin Bakal Jadi Nama untuk Bayi Al dan Andin?

Press ingin Helix membantu membuat suara penyanyi Kpop dan artis Asia terdengar di Amerika dan bagian dunia lainnya, tanpa mengorbankan citra mereka untuk menjadikannya lebih "Barat".

Dia berpendapat, dibutuhkan waktu terlalu lama bagi orang Asia untuk dihargai secara luas di Barat terlepas dari bakat mereka.

Dulu, ketika penyanyi Korea datang ke Amerika Serikat hampir tidak terliput di media dan hanya penggemar mereka yang tahu tentang berita tersebut.

Bahkan ketika mereka hadir di acara radio atau Televisi, ini hanya berdampak kecil sehingga kebanyakan orang tidak menyadari atau mengingat Girls' Generation (SNSD) tampil di acara "Late Show with David Letterman" dan Wonder Girls membuat film dengan saluran Nickelodeon pada tahun 2012.

Baca Juga: Ternyata, Pria Pelaku Penusukan Guru di Bandung Adalah Mantan Suaminya, Pernikahan Jadi Pemicu

Press mengatakan, banyak hal berubah secara positif akhir-akhir ini, tetapi dia yakin lebih banyak lagi yang bisa dilakukan seperti lebih banyak nominasi penghargaan di luar kategori Kpop yang dibuat khusus.

"Aku ingin melihat lebih banyak bintang Kpop tampil di radio. Untuk mencapai tujuan ini, aku dan Helix bekerja sama dengan label musik Korea untuk lebih mempromosikan penyanyi K-pop dan menghubungkan mereka dengan penggemar global mereka," kata dia.

Di Helix, semua pegawai tak lain penggemar Kpop termasuk Press. Manajer, yang bergabung dengan Helix pada tahun 2021 itu mengatakan telah menjadi pencinta K-pop sejak dia masih pra-remaja.

Baca Juga: Ini Cara Perbaiki Hubungan dengan Sesama Makhluk, Ustadz Hanan Attaki: Allah yang Membolak-balikan Hati!

Penggemar penyanyi Kim Jae-joong dan Xia Junsu sejak tahun 2003 itu mengaku menyukai koreografi Kpop, tahapannya yang rumit, dan betapa bersemangatnya para seniman dalam setiap aspek pekerjaan mereka.

Dia berharap mendapat kesempatan untuk mewujudkan mimpinya, bekerja sama dengan para idola Kpop.

Salah satu cara yang dia lakukan, yakni membuat kampanye khusus untuk setiap kliennya dengan menawarkan berbagai pilihan harga yang sesuai dengan anggaran dan kebutuhan mereka.

Perusahaannya tidak meminta kesepakatan jangka panjang jika ini pertama kali mereka bekerja sama dengan artis tertentu, karena mereka percaya pentingnya untuk menjadi mitra sejati terlebih dahulu.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Kota Bandung Melonjak, Dalam Satu Bulan Bertambah 1.076

"Kami juga memiliki karyawan internal yang berbicara dalam bahasa masing-masing klien kami. Kami melakukan sebagian besar pekerjaan kami dengan label Kpop dari jarak jauh, tetapi terkadang, kami memiliki staf yang bekerja dengan agensi secara langsung. Kami awalnya menghubungi melalui email atau menjadwalkan pertemuan langsung di Korea untuk membahas potensi kerja sama," kata Press.

Dia mengungkapkan apa yang ingin dia capai di hari-hari mendatang, antara lain membuka kantor fisik di Korea Selatan.

"Yang terpenting, aku akan senang melihat Helix menjadi agensi PR terkemuka di industri ini, yang dikenal secara khusus bekerja dengan artis Asia dan untuk memperkuat suara mereka dalam skala global," harap Press.

Baca Juga: Song Ji Hyo 'Running Man' Rayakan 21 Tahun Debutnya dengan Hadiah Spesial dari Penggemar

Ketika ditanya pendatang baru Kpop mana yang mendapat perhatian di pasar internasional akhir-akhir ini, Press menyebut Omega X, aespa, Kep1er, ENHYPEN, IVE, dan Xdinary Heroes.

Dia berpendapat, grup idola Omega X, memiliki lagu-lagu yang menarik dengan para personel yang memiliki bakat. Omega X beranggotakan Jaehan, Hwichan, Sebin, Hangyeom, Taedong, Xen, Jehyun, Kevin, Junghoon, Hyuk dan Yechan memulai debutnya di bawah Spire Entertainment pada tahun 2021 melalui mini album "Vamos."***


Editor : inilahkoran