Puja Puji Pengunjung Terhadap Karya Seniman di Pameran Katakan Seni Rupa dengan Cinta
Pameran katakan seni rupa dengan cinta mendapat pujian dari para pengunjung salah satunya Nurani Widaningsiih yang mengaku kagum
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Salah satu pengunjung pameran "Katakan Seni Rupa dengan Cinta" mendapat perhatian khusus dari Nurani Widaningsih. Dia adalah salah satu yang pernah mengikuti Een Sukaesih Awards pada 2017 lalu.
Nurani Widaningsih merasa senang berkesempatan mengunjungi pembukaan pameran "Katakan Seni Rupa dengan Cinta" yang diadakan di Gedung Galeri Pusat Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan 7-9 Bandung, pada Selasa, 22 Februari 2022 sampai 3 Maret itu.
"Saya merasa senang karena selama pandemi sudah lama sekali tidak bisa menikmati secara luring. Alhamdulillah, kalau sekarang bisa menikmati pameran "Katakan Seni Rupa dengan Cinta" srcara langsung," ujar Nurani Widaningsih, Minggu 27 Februari 2022.
Baca Juga: Bahas Polemik Rusia-Ukraina, Komentar Gigi Hadid Jadi Sorotan
Menurut dia, ada banyak perasaan yang diasakan ketika menikmati satu per satu karya yang luar biasa dari 59 perupa Bandung di pameran tersebut, diantaranya adalah kagum terhadap kedalaman makna dari setiap lukisan.
"Setiap beranjak dari satu lukisan ke lukisan yang lainnya, tak bisa hilang decak kagum dalam lisan dan hati saya, betapa Tuhan memberikan talenta yang luar biasa kepada para perupa lewat karya seni yang mereka buat," imbuhnya.
Tidak berhenti di situ, Nurani Widaningsih sebagai penikmat turut merasakan makna yang ada di dalam lukisan tersebut, meski tentu saja sangat subjektif karena terkait dengan kapasitas secara pribadi mencerna makna berdasarkan apa yang dirasakannya.
"Saya merasakan nilai-nilai kasih sayang, cinta kasih, kedamaian, kepasrahan, kepedulian dan banyak lagi nilai lainnya, ketika mengapresiasi karya para perupa tersebut. Semuanya punya makna," ujarnya.
Tak habis membuat berdecak kagum, adalah berbagi alat, media dan metode dan yang dipakai oleh para perupa dalam karyanya sangat beragam. Ada yang memakai cat arkilik, pensil warna, spidol dan lain-lain dalam membuat karyanya di atas media kanvas.
Selain itu, beberapa metode menggambarnya juga sangat unik, salah satunya ada metode one line drawing yang dibuat oleh Andi Yudha Asfandiyar, yaitu menggambar dengan satu garis tanpa putus dan tanpa mengangkat tangan, sungguh luar biasa.
Baca Juga: Naudzubillah! Ini Akibat dari Media Sosial Bagi Perempuan, Ustadz Abdul Somad: Dosanya Mengalir
Seperti dalam lukisan one line drawing karya Andi Yudha Asfandiyar yang dipamerkan dengan judul "Dan ayam-ayam pun bergembira" yang dibuat menghabiskan waktu selama tiga puluh lima menit sampai selesai.
Ada juga sebuah pigura putih terpampang di dinding, tanpa lukisan, sangat bersih, dan tetap mempunyai kedalaman makna yang saya rasakan, apalagi setelah membaca judul yang tertera yaitu "cerita-cetita di dinding"
"Saya berterima kasih kepada semua perupa Bandung yang luar biasa, karena saya bisa gembira dan sangat terhibur bisa mengunjungi dan mengapresiasi pameran lukisan katakan Seni Rupa dengan Cinta. Setidaknya, bisa merasakan kegembiraan ekspresi di tengah pandemi dan protokol kesehatan yang harus tetap dijaga," papar Nurani Widaningsih.
Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 59 seniman Kota Bandung memamerkan karya-karya seni rupa yang sangat ciamik. Pameran ini bertemakan "Katakan Seni Rupa dengan Cinta".
Mereka memamerkan seni rupa ini di Galeri Pusat Kebudayaan (GPK), Jalan Naripan no 9, Kota Bandung. Pameran seni rupa ini diinisiasi oleh Kurator Isa Perkasa.
Pameran "Katakan Seni Rupa dengan Cinta" dibuka dari pukul 10.00 - 18.00 WIB. Pameran ini di buka pada 22 Februari 2022 oleh Budi Dalton, dan berakhir sampai 3 Maret 2022. *** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


