Gelandang Muda Persib Bandung Ini Raih Gelar Sarjana Pendidikan

Gelandang muda Persib Bandung raih gelar Sarjana Pendidikan. Dia adalah Muhammad Adzikry Fadlillah.

Gelandang Muda Persib Bandung Ini Raih Gelar Sarjana Pendidikan
Gelandang bernomor punggung 71 ini meraih gelar Sarjana Pendidikan di usianya yang menginjak 22 tahun setelah berhasil menyelesaikan studinya di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Gelandang muda Persib Bandung raih gelar Sarjana Pendidikan. Dia adalah Muhammad Adzikry Fadlillah.

Gelandang bernomor punggung 71 ini meraih gelar Sarjana Pendidikan di usianya yang menginjak 22 tahun setelah berhasil menyelesaikan studinya di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan.

Adzikry pun mengucapkan rasa syukurnya atas gelar Sarjana Pendidikan yang berhasil didapatkan usai menyelesaikan studinya di jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR).

Ia memastikan gelar ini menambah kebahagiaannya. Pasalnya Adzikry turut merasakan back to back juara Liga 1 bersama Persib Bandung

"Alhamdulillah, perjuangan selama ini terbayar. Saya menyelesaikan kuliah selama 4 tahun, tepat waktu dan sesuai target," ungkap Adzikry, Selasa 24 Juni 2025.

Adzikry akui tidak mudah untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan ini. Sebab ia juga harus bersama Persib Bandung untuk menjalani latihan serta pertandingan. 

Namun dengan tekadnya, ia mampu melewatinya dengan baik. Selain mengantarkan Persib Bandung juara back to back, tapi juga meraih gelar Sarjana Pendidikan.

"Pendidikan itu juga buat masa depan. Pendidikan di kampus juga menambah pengetahuan saya. Apalagi jurusannya pendidikan jasmani dan kesehatan. Ilmunya bisa saya terapkan juga," tuturnya.

Dia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada civitas akademika STKIP Pasundan yang sudah banyak membimbing dan membantunya, terutama pembimbingnya. Ucapan terima kasih juga disampaikan Adzikry untuk manajemen Persib.

"Banyak suka dan duka pastinya. Tapi, positifnya saya juga menjadi lebih disiplin waktu dalam membagi latihan sama kuliah. Walau terkadang capek, tapi itu memang risikonya. Yang pasti, saya bersyukur, tahun ini jadi luar biasa, bisa juara dan selesai kuliah," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani