Genjot Ekspor Non-Tradisional, Mendag Dorong Industri Optimalkan Perjanjian Dagang

Kemendag mendorong idustri padat karya memperluas jangkauan ekspor dengan mengoptimalkan berbagai perjanjian dagang

Genjot Ekspor Non-Tradisional, Mendag Dorong Industri Optimalkan Perjanjian Dagang
Menteri Perdagangan Budi Santoso

INILAHKORAN.ID – Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mendorong pelaku industri padat karya nasional untuk memperluas jangkauan ekspor dengan mengoptimalkan berbagai perjanjian dagang yang telah dimiliki oleh Indonesia.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pelaku usaha berorientasi ekspor. Langkah ini diambil demi memperluas akses pasar sekaligus mendongkrak daya saing produk manufaktur domestik di kancah global.

"Indonesia memiliki banyak perjanjian dagang yang bisa dimanfaatkan. Pemerintah akan terus memperjuangkan produk manufaktur padat karya agar mendapatkan tarif yang lebih kompetitif di negara tujuan ekspor," ujar Budi dalam keterangannya seperti dikutip dari Antara, Rabu (15/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Budi saat menerima audiensi perwakilan kantor pusat Epson dan PT Indonesia Epson Industry di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (14/7). Dalam pertemuan itu, ia mendorong raksasa elektronik tersebut untuk meningkatkan volume pengapalan produk dari Indonesia.

Budi juga mengapresiasi rencana ekspansi Epson yang membidik pasar baru di kawasan Afrika dan Timur Tengah. Target tersebut dinilai sejalan dengan misi strategis Kemendag yang tengah gencar membuka ceruk pasar di negara-negara tujuan nontradisional.

Untuk mendukung misi tersebut, Mendag memaparkan peta jalan diplomasi perdagangan Indonesia yang cukup agresif. Saat ini, Indonesia tercatat memiliki, 20 perjanjian dagang yang telah diimplementasikan secara penuh.

Kemudian, 15 perjanjian dagang yang sedang dalam proses ratifikasi, dan 11 perjanjian dagang yang masih dalam tahap negosiasi.

Melalui jaringan perwakilan perdagangan RI yang tersebar di 33 negara, Kemendag berkomitmen memfasilitasi dan mengurai berbagai kendala yang dihadapi para eksportir di pasar tujuan. Budi berharap, masifnya kerja sama internasional ini mampu membuka pintu pasar yang jauh lebih lebar bagi produk-produk lokal.

Menanggapi keluhan seputar kelancaran logistik dan kepastian regulasi, Budi menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjalin komunikasi intensif dengan kementerian dan lembaga terkait. Hal ini penting guna memastikan kelancaran arus ekspor sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif.

"Kemendag akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk membantu menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi eksportir di lapangan," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti