Bengkel Tamiya di Ngamprah Ekspor Bodi Custom ke Jepang hingga Arab

Berawal dari hobi decal, bengkel tamiya di Ngamprah kini sudah bisa mengekspor bodi custom ke Jepang higga ke negara arab

Bengkel Tamiya di Ngamprah  Ekspor Bodi Custom ke Jepang hingga Arab
Pemilik bengkel, Zatnika Ganjar Nugraha (44) ungkap berawal dari hobi berhasil jual bodi custom Tamiya dikirim ke Jepang, Arab Saudi, Qatar.

INILAHKORAN.ID - Di sudut Komplek Permata, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebuah bengkel sederhana telah menorehkan jejak luar biasa. 

Bermula dari hobi dan jualan stiker/decal pada 2016, kini menjelma menjadi pusat pengerjaan bodi Mini 4WD atau tamiya pesanan yang dikirim ke seantero negeri hingga mancanegara. 

Jepang, Malaysia, Thailand, Qatar dan Arab Saudi tercatat sebagai negara tujuan pelanggan yang menginginkan sentuhan seni unik pada mobil mini kesayangannya.

Bengkel ini tidak memproduksi mobil secara utuh, namun mengkhususkan diri pada pengerjaan bodi yang dikerjakan sepenuhnya secara manual, mulai dari persiapan permukaan, pengecatan berlapis, hingga pengeringan menggunakan oven buatan sendiri. 

Setiap goresan warna dan detail grafis dikerjakan dengan ketelitian tinggi, dan jika terjadi kesalahan, seluruh proses harus diulang dari awal.

"Kami fokus pada bodi saja, tidak menjual mobil utuh yang siap balap. Semua dikerjakan tangan, satu per satu. Kalau gagal, dimulai lagi dari nol. Itu yang kadang bikin pengerjaan jadi lebih lama," kata pemilik bengkel, Zatnika Ganjar Nugraha (44), Rabu (30/9/2026).

Tiga Sampai Lima Bodi Sehari, Harga Mulai Rp150 Ribu 

Perjalanan usaha ini bermula dari penjualan decal pada 2016, lalu berkembang ke desain khusus untuk mobil RC, hingga akhirnya merambah ke dunia Mini 4WD saat trennya kembali meledak. 

Untuk tingkat kesulitan sedang, Ganjar mampu menyelesaikan tiga hingga lima bodi dalam sehari dengan harga yang dipatok berkisar antara Rp150.000 hingga Rp400.000 per unit, tergantung kerumitan desain, jumlah warna dan kerincian detail.

Konsumen diperbolehkan membawa bodi sendiri, namun Ganjar menyarankan menggunakan bodi yang disiapkan bengkel agar kualitas terjamin. 

"Bodi bekas cat harus dibersihkan total, prosesnya lebih rumit dan risiko kegagalannya lebih besar yang berarti biaya dan waktu pengerjaan bisa bertambah," ungkapnya.

Tak sekadar mengecat polos, Ganjar mewujudkan beragam karakter dan tema sesuai keinginan pemesan, mulai dari Mater si truk tua berkarat dan Lightning McQueen, replika bodi balap Formula 1, hingga gaya desain mecha Gundam. 

"Ada yang ingin tampilan agresif bergaya sirkuit, ada yang mengusung tema karakter kesayangan, semuanya diterjemahkan ke dalam lapisan cat yang presisi," tuturnya.

Pasar Membentang dari Makassar hingga Jepang, Ongkir Jadi Tantangan

Ganjar mengakui, nama bengkel di Ngamprah ini kini dikenal luas di kalangan komunitas Mini 4WD. Ia menyebut, pesanan datang dari Jakarta, Surabaya, Bangka Belitung, Makassar, Kalimantan, hingga luar negeri. 

"Malaysia menjadi pasar luar negeri yang paling rutin memesan karena biaya pengiriman relatif terjangkau. Diikuti oleh Thailand, Qatar, Arab Saudi, hingga Jepang negeri asal Tamiya sendiri ikut memesan karya buatan tangan dari Bandung Barat," imbuhnya.

Meski melayani pasar internasional tidak tanpa rintangan. Biaya pengiriman terkadang justru lebih mahal dibandingkan harga bodi itu sendiri.

"Kadang ongkos kirimnya bisa dua kali lipat harga barangnya. Banyak yang berpikir dua kali. Tapi kalau sudah benar-benar suka, tetap saja dipesan. Bagi penggemar, karya yang unik tidak bisa diukur sekadar harga," ujarnya.


Editor : Ahmad Sayuti