UMKM Lokal Bidik Pasar ASEAN, Shopee Buka Empat Destinasi Ekspor Baru.
Shopee memperluas Program Ekspor FLEXI ke Singapura, Filipina, Thailand, dan Brunei Darussalam untuk membuka peluang UMKM Indonesia menjangkau pasar internasion
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Peluang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia menembus pasar ekspor semakin terbuka. Melalui Program Ekspor Shopee FLEXI, penjual lokal kini dapat menjangkau empat negara Asia Tenggara, yakni Singapura, Filipina, Thailand, dan Brunei Darussalam.
Perluasan ini membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus mengurangi ketergantungan pada penjualan domestik. Meski demikian, pelaku usaha tetap perlu memahami karakter konsumen, menentukan harga yang kompetitif, menyusun strategi promosi, serta memastikan kelancaran pengiriman barang.
Melalui program bertajuk Jalan Global Kreasi Lokal, Shopee Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan RI serta mitra logistik Anteraja dan JNE untuk memperkuat akses ekspor produk lokal. Empat negara tujuan baru tersebut melengkapi Malaysia yang lebih dahulu bergabung pada Juli 2025.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Fajarini Puntodewi, mengatakan kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan penyedia logistik diperlukan untuk memperluas akses pasar internasional bagi UMKM.
Menurut Fajarini, perdagangan digital memberikan peluang bagi pengusaha lokal untuk menjangkau konsumen mancanegara tanpa harus membangun jaringan pemasaran sendiri di setiap negara tujuan.
"Sampai dengan tahun 2025, Shopee juga telah membantu 90 juta produk lokal menembus pasar ekspor lewat Program Ekspor Shopee. Ini luar biasa, menunjukkan besarnya potensi perdagangan digital dalam memperluas pasar produk Indonesia," kata Fajarini dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Program Ekspor Shopee telah berjalan sejak 2019 untuk membantu produk lokal menjangkau pasar Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Amerika Latin.
Pada 2025, Shopee memperkenalkan program FLEXI yang memberikan keleluasaan kepada penjual untuk mengatur harga produk dan strategi promosi di toko luar negeri secara mandiri.
Sejak diluncurkan, program tersebut diklaim telah membantu penjualan ekspor lebih dari 5 juta produk lokal. Batik, aksesori olahraga, dan kerajinan tangan menjadi beberapa kategori produk yang diminati pembeli melalui program tersebut.
Potensi ini menunjukkan bahwa produk UMKM Indonesia berpeluang bersaing di pasar internasional. Dengan strategi pemasaran yang tepat dan dukungan distribusi memadai, produk berbasis budaya maupun hasil kreativitas lokal dapat menjangkau konsumen di berbagai negara.
Namun, perluasan tujuan ekspor perlu diimbangi kesiapan pelaku usaha dalam menjaga kualitas, memenuhi permintaan, serta menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen di setiap negara.
Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, mengatakan penambahan destinasi ekspor disertai pelatihan untuk memperkuat kemampuan penjual dalam menjalankan bisnis lintas negara.
Pelatihan tersebut mencakup pemahaman karakteristik konsumen, penyusunan strategi operasional, serta pengembangan promosi yang sesuai dengan pasar tujuan.
"Perluasan destinasi ekspor di Program Ekspor Shopee FLEXI diharapkan dapat memberikan fleksibilitas bagi penjual dalam menjangkau konsumen di lebih banyak negara," ujar Balques.
Selain pemasaran, pengiriman barang menjadi faktor penting bagi UMKM yang ingin memasuki pasar internasional. Potensi penjualan perlu didukung layanan logistik yang mampu memastikan kelancaran distribusi ke negara tujuan.
Untuk itu, Shopee menggandeng Anteraja dan JNE guna memperkuat dukungan logistik bagi penjual yang mengikuti Program Ekspor Shopee FLEXI.
Perluasan akses pasar dan dukungan pengiriman tersebut diharapkan membantu lebih banyak pelaku UMKM mengembangkan penjualan lintas negara.
Bagi UMKM Indonesia, terbukanya empat destinasi baru ini menjadi kesempatan untuk menguji daya saing produk lokal di pasar regional. Tantangan selanjutnya adalah mengubah peluang tersebut menjadi transaksi ekspor berkelanjutan, meningkatkan kapasitas produksi, dan mendorong pertumbuhan usaha yang berdampak nyata bagi perekonomian lokal.
Editor : Ahmad Sayuti
