Gerah Pemda Tidak Kunjung Turun Tangan, TB Hasanudin Bangun Lima Rutilahu di Sumedang Pakai Kocek Pribadi

Gerah Pemda Tidak Kunjung Turun Tangan, TB Hasanudin Bangun Lima Rutilahu di Sumedang Pakai Kocek Pribadi

INILAHKORAN, Bandung - Anggota DPR RI TB Hasanudin membangun dan meresmikan bantuan lima rumah tidak layak huni (Rutilahu), di Kabupaten Sumedang, pada Minggu 15 Agustus 2023.

TB Hasanuddin mengatakan, salah satu penerima manfaat rutilahu, Sukarsa (75), warga Desa Singaparna, Regol Wetan, Kecamatan Sumedang hampir kehilangan rumah akibat banjir. 

"Alhamdulillah, hari ini sudah selesai dan diresmikan lima unit rutilahu di Sumedang. Salah satunya rumah milik Pak Sukarsa ini," ujarnya.

Legislator Dapil Jabar IX ini menambahkan, rutilahu di Sumedang tidak lepas dari hasil serap aspirasi dalam reses sebelumnya. Dimana ternyata banyak masyarakat yang sangat berharap akan program tersebut.

"Bantuan pembangunan rutilahu ini berawal dalam momen reses atau bertemu dengan masyarakat, sekitar dua tahun lalu. Masyarakat sering kali bertanya kepada saya perihal program rutilahu ini,” ucapnya.

Namun lantaran belum diakomodirnya program tersebut oleh pemerintah daerah, akhirnya Kang Hasanuddin merogoh kocek pribadi guna meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Tentunya dibantu oleh masyarakat secara gotong royong dalam proses pembangunannya.

"Setiap reses ada saja masyarakat yang tanya soal bantuan rutilahu. Setiap ketemu ditanyai terus pak kapan rutilahu? Ya akhirnya saya nabung dan Alhamdulillah ada rezekinya Rp100 juta bisa untuk membangun lima rumah,” ungkapnya.

Dia memaparkan, lima rumah yang direvitalisasi memiliki kondisi beragam. Bahkan ada salah satunya yang habis terbakar, di daerah Cimanggung.

"Rutilahu yang di Cimanggung itu kondisinya habis terbakar. Lokasinya jauh terpencil jalannya kecil dan terjal sehingga harus menggunakan motor lalu berjalan kaki cukup jauh," terangnya.

Kang Hasanuddin mengakui, bantuan yang dikucurkannya secara pribadi masing-masing Rp20 juta tiap rumah, sejatinya masih belum optimal. Sebab, rumah yang diperbaiki belum memiliki plafon dan diplester maksimal. Hanya saja paling tidak sambung dia, dengan keterbatasan tersebut masyarakat sudah memiliki hunian yang layak untuk ditempati.

“Yang kami bantu itu adalah betul-betul orang tidak mampu dan sangat membutuhkan,” paparnya.

Selain rutilahu, ada kebutuhan mendesak lainnya yang kini sangat diharapkan masyarakat Sumedang, yakni air bersih. Sampai akhirnya dibuat sumur artesis, kendati butuh usaha lebih maksimal karena letak air di setiap daerah berbeda-beda.

“Ya jadinya kita coba, sampai airnya betul-betul keluar. Lebih kurang sedalam 67 meter," ucapnya.

Hasanuddin berharap, dirinya dapat selalu diberi kesempatan untuk melakukan usaha yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat secara luas di kemudian hari.

"Mudah-mudahan saja ada rezekinya, agar kami tetap membantu masyarakat secara nyata," pungkasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti