Memastikan 6 SPM Posyandu Berjalan, Viman Tinjau Pembangunan Rutilahu di Tasikmalaya
Pemkot Tasikmalaya terus memperkuat penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat Posyandu sebagai garda terdepan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkot Tasikmalaya terus memperkuat penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat Posyandu sebagai garda terdepan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Hal itu ditegaskan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan saat meninjau langsung proses pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Selasa (3/11/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Viman hadir didampingi Ketua TP PKK Elvira Kamarrow Putri. Turut mendampingi jajaran Baznas, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur pimpinan kecamatan dan kelurahan setempat.
Viman menyampaikan, Posyandu kini tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan semata, melainkan mencakup enam pelayanan dasar yang menjadi kewajiban pemerintah daerah.
"Iya tadi kita dengan ibu wali, ibu ketua Posyandu, mengecek bagaimana pengimplementasian 6 SPM di Posyandu," ujar Viman kepada wartawan di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, Posyandu memegang peranan vital untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi sesuai standar minimum. Salah satu lini pelayanan dasar yang menjadi perhatian adalah kelayakan permukiman dan perumahan warga.
"Mungkin masyarakat masih berpandangan bahwa Posyandu ini hanya terkait dengan kesehatan. Tapi sebetulnya ada enam pelayanan minimal yang harus dilakukan oleh Pemda, dan ujung tombaknya itu ada di Posyandu. Nah, salah satunya adalah mengenai kelayakan permukiman dan perumahannya," jelasnya.
Penetapan penerima bantuan rutilahu di Cikalang sendiri berawal dari pelaporan dan verifikasi berjenjang yang melibatkan kader Posyandu serta fasilitator di wilayah.
Pembangunan itu merupakan bagian dari program bantuan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat yang berkolaborasi dengan Pemkot Tasikmalaya.
"Di Cikalang ini ada satu lokasi hasil pelaporan Posyandu. Alhamdulillah dapat program rumah tinggal layak huni berkolaborasi antara Pemkot dan pusat melalui BSPS. Kan ada 820 bantuan rutilahu dari pemerintah pusat yang disebut BSPS, dan ini salah satunya," tutur Viman.
Viman menekankan, perbaikan rumah warga harus memenuhi empat kaidah utama hunian layak, yakni sirkulasi udara yang baik, sanitasi memadai, pencahayaan optimal, serta struktur bangunan yang kokoh dan tidak bocor.
Selain mengecek fisik bangunan, Viman juga melakukan verifikasi data perlindungan sosial (perlinsos) dan ketepatan desil penerima manfaat di lapangan.
"Tadi kita cek bagaimana desilnya dan keaktifan bantuan sosialnya, baik dari pusat maupun daerah. Tadi kita temukan desilnya sudah betul di desil 1 dan 2. Tapi aktivasi untuk bantuan pangan atau bansos sembakonya belum aktif, walaupun sudah menerima beberapa kali. Harus kita pastikan data itu benar," tegasnya.
Dia menambahkan, meski jumlah warga yang membutuhkan rumah layak huni di Kota Tasikmalaya masih cukup banyak, Pemkot Tasikmalaya berkomitmen menangani permasalahan tersebut secara bertahap melalui sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
Sementara itu, penerima manfaat Diki Suherman merasa bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Selain mendapatkan bantuan perbaikan rumah, dia juga mendapatkan bantuan berupa sembako.
"Rumah bagian belakang rusak karena ada pohon kersen. Alhamdulillah merasa terbantu," ujar Diki.
Usai meninjau lokasi rutilahu di Kelurahan Cikalang, Viman beserta rombongan melanjutkan agenda peninjauan ke lokasi pembuatan septic tank di Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, guna memastikan ketersediaan sanitasi yang layak bagi masyarakat.
Editor : Doni Ramdhani

