Hilang Dua Pekan, Remaja 15 Tahun di Tasikmalaya Ditemukan, Diduga Alami Bullying
Remaja 15 tahun di Tasikmalaya yang hilang selama dua pekan ditemukan polisi. KPAID memberikan pendampingan psikologis sebelum kembali ke keluarga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Seorang remaja perempuan berinisial RN (15), warga Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, yang sempat dilaporkan hilang selama kurang lebih dua pekan, akhirnya berhasil ditemukan dan diserahkan kembali kepada keluarganya.
Penyerahan RN berlangsung di Mapolres Tasikmalaya, Senin (2/11/2026). Proses tersebut turut didampingi Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, serta sejumlah pihak terkait.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Ade Papa Rihi, mengatakan keberhasilan menemukan RN merupakan hasil kerja sama kepolisian dengan masyarakat. Sebelumnya, keluarga melaporkan kehilangan RN setelah remaja tersebut tidak kunjung pulang sejak 13 Oktober 2026.
"Alhamdulillah berkat informasi kerjasama dengan warga masyarakat, kita berhasil menemukan anak kita yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga," ujar Ade.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, RN meninggalkan rumah karena adanya persoalan keluarga. Polisi juga memperoleh keterangan bahwa RN diduga pernah mengalami perundungan atau bullying, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.
RN diketahui meninggalkan rumah selama kurang lebih dua pekan. Setelah upaya pencarian keluarga tidak membuahkan hasil, pihak keluarga kemudian meminta bantuan KPAID Kabupaten Tasikmalaya.
Laporan kehilangan tersebut selanjutnya diteruskan ke Satreskrim Polres Tasikmalaya pada 27 Oktober 2026. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kemudian melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi yang diketahui sempat bertemu dengan RN.
Hingga akhirnya, RN berhasil ditemukan pada Jumat pekan lalu di kawasan Gebu, dekat warung makan Saung Singaparna.
"Jadi, untuk dasarnya adalah laporan orang hilang nomor 5/SPKT/Res Tasikmalaya tanggal 27 Oktober, dengan pelapor adalah ibu kandungnya," jelas Ade.
Sebelum diserahkan kepada keluarga, RN terlebih dahulu mendapatkan pendampingan dari KPAID di rumah aman, termasuk pendampingan psikologis. Orang tua RN juga akan mendapatkan pendampingan menyusul adanya persoalan dalam keluarga.
Sementara itu, Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengapresiasi jajaran Polres Tasikmalaya yang dinilai sigap menangani laporan kehilangan tersebut.
Menurutnya, koordinasi antara KPAID dan kepolisian membuahkan hasil hingga RN berhasil ditemukan dan kembali ke tengah keluarganya.
Ato mengungkapkan, berdasarkan pendalaman yang dilakukan, salah satu alasan RN meninggalkan rumah adalah karena merasa tidak nyaman dengan kondisi lingkungan keluarganya.
Dia pun mengingatkan para orang tua agar tidak hanya merasa mencintai anak, tetapi juga memastikan anak benar-benar merasakan kasih sayang tersebut.
"Sehingga poin yang bisa kami sampaikan kepada para orang tua di Kabupaten Tasikmalaya, hari ini tidak cukup merasa cinta kepada anak, tetapi lebih jauh daripada itu, yang jauh lebih penting adalah anak merasa dicintai oleh orang tua. Ini yang menjadi penting. Dekat saja tidak cukup, tapi kita harus rekat dengan anak-anak kita," tutur Ato.
Kasus remaja hilang di Tasikmalaya ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi dan kedekatan emosional antara orang tua dengan anak. Persoalan keluarga maupun perundungan dapat memengaruhi kondisi psikologis anak sehingga diperlukan perhatian dan pendampingan dari lingkungan terdekat.
Editor : Ahmad Sayuti

