Polsek Cisarua Edukasi 346 Siswa Daarut Tauhid Boarding School Bahaya Bullying
Polsek Cisarua memberikan edukasi antiperundungan kepada 346 siswa SMP Daarut Tauhid Boarding School. Siswa diajak berani melapor dan tidak diam saat melihat bu
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepolisian Sektor (Polsek) Cisarua mengajak ratusan siswa SMP Daarut Tauhid Boarding School untuk berani melawan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
edukasi tersebut disampaikan jajaran Polsek Cisarua melalui program Polisi Peduli Pendidikan yang digelar pada Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 346 siswa yang menyimak materi tentang bahaya perundungan dan dampaknya terhadap korban.
Dalam kegiatan tersebut, Iptu Gunantara dan Aipda Rizwan Darmawan mengingatkan bahwa perundungan bukan sekadar candaan. Tindakan tersebut dapat melukai perasaan, merusak kesehatan mental, bahkan berdampak terhadap masa depan seseorang.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penyuluhan tersebut adalah peran saksi atau orang yang melihat perundungan, tetapi memilih diam.
Iptu Gunantara mengatakan, persoalan perundungan tidak hanya melibatkan pelaku dan korban. Saksi juga memiliki peran penting dalam menghentikan tindakan tersebut agar tidak terus berulang.
Menurutnya, sikap diam ketika melihat teman diperlakukan tidak adil dapat membuat perundungan semakin sulit dihentikan.
"Perundungan bukan hal sepele yang bisa dianggap biasa. Setiap kata dan tindakan yang menyakiti orang lain memiliki dampak jangka panjang," kata Gunantara.
Karena itu, ia mengajak seluruh siswa untuk berani bersikap dan tidak takut melaporkan tindakan perundungan kepada pihak yang dapat memberikan bantuan.
Guru, orang tua, maupun kepolisian siap mendampingi anak-anak yang mengalami atau menyaksikan perundungan.
"Tujuannya bukan menghukum, tapi menghentikan lingkaran kekerasan sedini mungkin sebelum menimbulkan luka yang lebih dalam," ungkapnya.
Gunantara menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
Menurutnya, pencegahan perundungan membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari siswa, guru, orang tua hingga kepolisian.
"Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara pihak kepolisian dan sekolah. Karena menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bukan tugas satu pihak saja, tapi tanggung jawab kita semua," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

