Gerakan Literasi di Kabupaten Bandung Barat, Program Tantangan Membaca
Evaluasi kegiatan merupakan bentuk pertanggungjawaban Fasilitator Daerah Gerakan Literasi KBB terhadap keseluruhan proses kinerjanya dalam mengembangkan literasi di Kabupaten Bandung Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Ngamprah - Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat dan Fasilitator Daerah Gerakan Literasi KBB menggelar rapat evaluasi kinerja Tantangan Membaca Bandung Barat (TMBB). Kegiatan yang merupakan rangkaian akhir dari kegiatan TMBB usai diselenggarakannya Pameran Pendidikan baru-baru ini.
Kepala Bidang Pendidikan SMP, Dadang A Sapardan mengungkapkan, antusiasme peserta pameran pendidikan yang telah dilaksanakan merupakan cermin keberhasilan keseluruhan pelaksanaan TMBB sehingga menjadi peluang sekaligus tantangan pada pelaksanaan rencana tindak lanjut TMBB berikutnya.
Evaluasi kegiatan merupakan bentuk pertanggungjawaban panitia, dalam hal ini Fasilitator Daerah Gerakan Literasi KBB terhadap keseluruhan proses kinerjanya dalam mengembangkan literasi di Bandung Barat.
“Apresiasi kami sampaikan atas kinerja teamwork Fasilitator Daerah ini. Antusiasme peserta Pameran Pendidikan yang telah kita laksanakan merupakan cermin keberhasilan keseluruhan pelaksanaan TMBB dan menjadi peluang sekaligus tantangan pada pelaksanaan rencana tindak lanjut (RTL) TMBB berikutnya,” ungkap Dadang seperti dikutip dari laman resmi Disdik Kabupaten Bandung, Minggu (2/2/2020).
Seperti diketahui, Dinas Pendidikan menggelar Pameran Pendidikan yang dihadiri Bupati Bandung Barat pada 18 Desember 2019. Sebanyak 30 stan pameran dari kurang lebih 3.000 peserta TMBB telah menghiasi kemeriahan kegiatan tahunan tersebut.
Sementara itu, Yuli Ridawati sebagai Ketua Pelaksana Tim Fasilitator Daerah Gerakan Literasi Sekolah (GLS) KBB mengungkapkan bahwa kerja tim selama ini sangat solid. Mulai dari perencanaan kegiatan, pelaksanaan, sampai kepada evaluasi kegiatan. Menurutnya, segala kekurangan akan menjadi pertimbangan untuk pelaksanaan TMBB berikutnya.
Di sisi lain, anggota tim, Cicih Sundarsih menambahkan bahwa Tim Fasda KBB sebagai teamwork yang solid, diharapkan mampu menjemput bola atas kebijakan khususnya kebijakan dari Dinas Pendidikan. Cepat merespons dan kerja cepat dalam memutuskan kinerja tim itu.
Sementara Nani Sulyani, yang juga aktif dalam tim fasilitator daerah ini, juga mengemukakan bahwa rencana TMBB tahun berikutnya diharapkan memiliki tantangan yang lebih dibandingkan dengan pelaksanaan tantangan membaca tahun sebelumnya, yakni peserta TMBB tahun 2020 diharapkan menghasilkan karya nyata berupa buku yang ber-ISBN sehingga menjadi wujud nyata tulisan hasil membaca selama tujuh bulan masa tantangan.
Program ini akan dimulai pada Maret sampai dengan Oktober 2020. Sementara pada Februari akan dilaksanakan sosialisasi TMBB kepada seluruh sekolah peserta tantangan. Hal tersebut disepakati oleh Tim Fasilitator Daerah yang terdiri dari Yuli Ridawati, Cicih Sundarsih, Suparman, Eli Maftutah, Mardiah, Dian Diana, dan N. Mimin Rukmini.
TMBB 2020 akan mengikutsertakan semua SMP baik negeri maupun swasta. Artinya, 170 SMP yang ada di Bandung Barat, diharapkan seluruhnya mengikuti kegiatan tersebut.
“Dengan demikian harapan lebih peningkatan literasi dalam wadah GLS Membaca dan Berkarya (Mekar) melalui TMBB akan terus berkembang seiring dengan peningkatan kompetensi literasi, untuk mewujudkan Kecakapan Abad 21, meningkatnya penguatan pendidikan karakter (PPK) sebagai fondasi memasuki Era Industri 4.0,” pungkas Yuli Ridawati. (sur)
Editor : suroprapanca

