Gukupi Rendah Kalori, Hasil Inovasi Siswa SMPN 4 Kota Bogor jadi juara BIA 2025

Inovasi Gula Kulit Pisang (Gukupi) yang diciptakan oleh siswa-siswi SMPN 4 Kota Bogor berhasil meraih juara 1 Bogor Innovation Award (BIA) 2025 yang diselenggarakan di Grand Ballroom GSC STP IPB, Kecamatan Bogor Tengah.

Gukupi Rendah Kalori, Hasil Inovasi Siswa SMPN 4 Kota Bogor jadi juara BIA 2025

INILAHKORAN, Bogor - Inovasi Gula Kulit Pisang (Gukupi) yang diciptakan oleh siswa-siswi SMPN 4 Kota BOgor berhasil meraih juara 1 Bogor Innovation Award (BIA) 2025 yang diselenggarakan di Grand Ballroom GSC STP IPB, Kecamatan Bogor Tengah.

Penemuan yang digagas oleh 4 orang siswa-siswi SMPN 4 Kota BOgor ini diketuai oleh Muhamad Alvero dengan anggota Gabriel, Chiko dan Kayla yang berhasil menciptakan gula berbahan baku kulit pisang yang bisa menghasilkan gula cair rendah kalori.

Ide ini berawal dari ide 'gabut' Alvero yang tidak sengaja bereksperimen dengan kulit pisang. 

"Awalnya lagi makan pisang rebus ibu saya. Pisangnya habis saya makan, sisanya masih ada kulitnya. Saya tes kulit pisang itu ternyata ada kandungan karbohidrat yang lumayan. Dari situ saya berfikir kalau karbohidrat itu bisa menghasilkan gula," ungkap Alvero kepada wartawan pada Minggu 28 September 2025.

Alvero melanjutkan, dari sana kemudian dirinya mengajak ketiga temannya. Prosesnya pun sudah dimulai sejak Februari 2025 dengan berbagai penelitian.

"Prosesnya cukup panjang. Diantaranya kami lakukan sterilisasi kulit pisang, kemudian kami bilas, kami rebus dan kemudian diperas. Jadi kami ambil sarinya, kami diamkan dalam toples, kemudian kami panaskan lagi, kami uji lagi, baru keluar hasilnya gula cair," terangnya.

Alvero menjelaskan, setelah menghasilkan gula cair, kemudian dikemas dengan menarik dan juga sudah dilakukan uji organoleptik juga uji lab.

"Hasilnya gula ini aman untuk dikonsumsi dan juga ternyata gula ini merupakan gula rendah kalori," jelas Alvero.

Diketahui, kemampuanya dalam menciptakan hal baru ini pun tidak lepas dari peran serta guru dan orang tua dan semangat belajar dari para siswa. Para siswa ini memiliki kegemaran membaca jurna-jurnal ilmiah hasil proses penelitian dan penciptaan inovasi atau ide-ide gagasan baru yang kemudian diaplikasikan oleh para siswa.

Sementara itu, Wali Kota BOgor, Dedie A. Rachim memberikan apresiasi. Bahwa kemajuan dan pengembangan kota atau daerah tidak lepas dari kreativitas, ide dan gagasan serta inovasi baru dari warga dan masyarakatnya. Contohnya Amerika Serikat menjadi negara yang paling banyak memiliki atau mendaftarkan hak paten produk yang diciptakan.

"Karena jika pemerintah bisa datang dan pergi silih berganti, tapi masyarakat yang kreatif adalah tulang punggung dan modal bagi perekonomian bangsa. Dan Indonesia tidak boleh kalah, sehingga dengan binaan-binaan secara priodeik, secara rutin semua orang bisa berkreasi mengambil langkah inovasi yang dimulai sejak bangku sekolah," terang Dedie.

Dedie berharap dari kegiatan BIA akan muncil bibit-bibit ilmuan, para penemu, para inovator yang berdiri di atas kaki sendiri, dan ikut serta dalam membangun bangsa dan negara menjadi hebat di mata dunia.

"Maka atas dasarnya dari pemikiran dan pola pikir yang lengkap hadir untuk membangun sebuah bangsa yang kuat," tegasnya.


Editor : Ahmad Sayuti