Menariknya, tempat edukasi
Lebah Madu yang diberi nama Bee Learning Centre ini pengelolaannya oleh anak-anak muda
karang taruna Kecamatan Cimaung.
Pengunjung yang datang ke objek wisata alam haritage
gunung puntang, bisa mendapatkan edukasi berbagai jenis madu langsung dari peternakan lebahnya. Petugas di lokasi peternakan
Lebah Madu akan memberikan edukasi soal berbagai jenis lebah penghasil madu.
Pengunjung dapat langsung melihat-lihat bok atau biasa disebut stup tempat kawanan lebah berkembang biak dan menghasilkan madu. Pengunjung juga bisa mencoba pengalaman baru, yakni memanen madu langsung dari sarangnya. Bahkan, pengelola tempat ini juga menawarkan pengunjung untuk mencoba madu langsung disedot dari sarangnya.
"Bee Learning Centre ini juga sebagai tempat belajar atau edukasi bagi para petani atau peternak lebah yang ada di sekitar Cimaung. Jadi memang ini simbiosis mutualisme, kita butuh petani lebah dan petani lebah juga memerlukan edukasinya. Alhamdulilah dengan inisiasi dari Perhutani kami bisa diwadahi dan diberikan kepercayaan serta tempat budidaya dan tempat edukasi
Lebah Madu," kata Ketua
karang taruna Kecamatan Cimaung, Ika Kartika, di
gunung puntang, Rabu 30 November 2022.
Menurut Ika, dengan diwadahi dan diberikan kepercayaan oleh Perhutani untuk mengelola Bee Learning Centre ini, menjadi pemberdayaan bagi masyarakat sekitar. Karena memang, para peternak
Lebah Madu ini banyak tersebar di Kecamatan Cimaung, bahkan hingga ke wilayah Kecamatan Banjaran.
"Mudah-mudahan juga ini bisa menjadi percontohan di tempat lain.
karang taruna harus memiliki karya nyata menggerakan dan menumbuhkan perekonomian disekitarnya," ujar Ika.
Pengelolaan Bee Learning Centre ini, lanjut Ika, dalam sehari ada lima hingga enam orang anggota
karang taruna Kecamatan Cimaung yang bertugas. Ditambah dengan satu orang pembimbing profesional. Kata dia, setiap hari memang harus dirawat dan dijaga agar terhindar dari predator yang dapat mengganggu kawanan lebah di tempat itu.
"Harus dirawat dan dijaga, predatornya itu bisa monyet yang turun dari pepohonan disekitar. Kemudian ada juga lebah predator," katanya.
Sementara itu, Kadep Ekowisata KBM Perhutani Jabar Banten, Wismo Tri Kancono mengatakan, kerjasama dengan
karang taruna Kecamatan Cimaung ini telah melalui proses yang panjang dan melelahkan. Namun semua itu terbayar dengan hasilnya yang menggembirakan. Karena ini menggerakan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar sekaligus meramaikan objek wisata alam haritage
gunung puntang.
"Alhamdulilah banyak mitra yang bekerjasama dengan kami. Salah satunya adalah
karang taruna Kecamatan Cimaung yang mengembangkan wana wisata edukasi," katanya.
Menurut Wismo, semakin banyak pengunjung datang, roda ekonomi masyarakat akan bergerak dan tumbuh. Untuk itu, pihaknya juga memerlukan bimbingan teknis dari Asosiasi Perlebahan Indonesia (API). Sehingga, kedepan tidak hanya sekedar tempat edukasi saja, melainkan menjadi salah satu pusat perlebahan di Indonesia.
"Karena disini juga ada ahlinya lebah. Mudah mudahan cita-cita dan niat baik ini bisa terwujud. Kita kawal bersama supaya ini ada tindak lanjut kedepannya, agar bisa semakin hidup," ujarnya.(rd dani r nugraha).***