Halte Baru Buka Akses Jalur Transportasi di Kota Bandung

Pembangunan halte oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung pada 2025, tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendukung transportasi publik. Tetapi juga membuka akses di sejumlah jalur yang sebelumnya belum terlayani angkutan kota.

Halte Baru Buka Akses Jalur Transportasi di Kota Bandung
Pembangunan halte oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung pada 2025, tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendukung transportasi publik. Tetapi juga membuka akses di sejumlah jalur yang sebelumnya belum terlayani angkutan kota.

INILAHKORAN.ID - Pembangunan halte oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung pada 2025, tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendukung transportasi publik. Tetapi juga membuka akses di sejumlah jalur yang sebelumnya belum terlayani angkutan kota.

Salah satunya, terjadi di kawasan Jalan Jawa yang kini sudah dilalui angkot sebagai bagian dari dukungan terhadap sistem BRT Bandung Raya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana transportasi Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi mengatakan, pihaknya telah membangun total 25 halte yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung sepanjang 2025. Pembangunan tersebut, bertujuan untuk mendukung operasional bus rapid transit (BRT) Bandung Raya beserta jalur pengumpan atau feeder.

“Di tahun 2025 ini, kami dari Dishub Kota Bandung membangun sejumlah 25 halte yang tersebar di wilayah Kota Bandung. Jadi kita mensupport jalur BRT, salah satu contohnya Jalan Jawa yang awalnya tidak ada angkot yang melintasi,” kata Panji Kharismadi, Rabu 7 Januari 2026.

Menurut ia, kehadiran halte di titik-titik strategis mendorong terbukanya akses transportasi umum di jalur yang sebelumnya belum terlayani. Salah satu contohnya adalah pembangunan halte di depan SMPN 5 Bandung yang kini telah dilalui angkutan kota sebagai feeder BRT.

“Tapi saat ini untuk mendukung BRT Bandung Raya, kita membangun halte di depan SMPN 5 dan sekarang jalur tersebut sudah terlewati angkutan kota. Beberapa lokasi lainnya juga memang dilewati feeder-feeder untuk mensupport BRT Bandung Raya,” ucapnya.

Ia menambahkan, seluruh pembangunan halte tersebut telah rampung sesuai dengan perencanaan. Proyek ini dibiayai melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Bandung 2025, dengan pengerjaan yang telah diselesaikan pada Desember 2025.

“Pembangunan halte ini sudah semuanya beres, karena menggunakan APBD 2025. Untuk pekerjaannya sendiri sudah selesai di Desember 2025, dan sekarang sudah bisa dipergunakan oleh masyarakat,” ujar dia.

Selain fokus pada pembangunan, Dishub Kota Bandung juga memastikan pemeliharaan fasilitas halte dilakukan secara rutin agar tetap bersih dan nyaman digunakan. Pemeliharaan tersebut, dilakukan secara swakelola oleh petugas internal Dishub.

“Pemeliharaan halte, kita swakelola karena kita punya anggota yang setiap hari kerja untuk membersihkan halte,” jelasnya.

Tak hanya halte, pihaknya juga bertanggung jawab terhadap kebersihan dan perawatan fasilitas transportasi lainnya seperti jembatan penyeberangan orang (JPO) dan sarana pendukung lain yang menjadi tugas pokok dan fungsi instansi tersebut.

“Selain halte, kita juga membersihkan jembatan penyeberangan orang dan sarana lainnya yang menjadi tupoksi kita. Dengan pembangunan dan pemeliharaan halte ini, kita berharap integrasi antara BRT dan angkutan feeder semakin optimal. Selain itu, juga mampu meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan transportasi publik," tandas dia.***


Editor : JakaPermana