DKPP Kota Bandung : Tantangan Pangan Bukan Hanya Harga, Tapi Akses Masyarakat

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menggelar gerakan pangan murah (GPM) sebagai upaya menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

DKPP Kota Bandung : Tantangan Pangan Bukan Hanya Harga, Tapi Akses Masyarakat
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menggelar gerakan pangan murah (GPM) sebagai upaya menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menggelar gerakan pangan murah (GPM) sebagai upaya menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Program tidak hanya difokuskan saat terjadi kenaikan harga bahan pokok, tetapi juga memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, persoalan pangan tidak semata-mata berkaitan dengan naik atau turunnya harga di pasaran. Pemerintah, juga perlu memperhatikan kemampuan masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok sehari-hari.

“Gerakan pangan murah pada dasarnya bertujuan untuk meringankan beban masyarakat. Melalui program ini, masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar karena adanya subsidi,” kata Gin Gin Ginanjar, Selasa (16/6/2026).

Dia menjelaskan, GPM tetap dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan keterjangkauan pangan. Dalam satu bulan, kegiatan tersebut umumnya digelar satu hingga dua kali dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Kota Bandung.

Menurutnya, masih ada kelompok masyarakat yang menghadapi kesulitan dalam mengakses pangan. Karena itu, berbagai program intervensi pemerintah tetap diperlukan agar kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi terutama bagi warga yang rentan terhadap tekanan ekonomi.

“Di satu sisi masih ada masyarakat yang merasa kesulitan untuk mengakses atau membeli pangan. Karena itu program-program seperti gerakan pangan murah masih diperlukan untuk membantu masyarakat,” ucapnya.

Tingginya minat masyarakat terhadap program bantuan pangan, juga menjadi salah satu indikator bahwa dukungan pemerintah masih dibutuhkan. Saat ini penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, masih berlangsung dan mendapat respons positif dari masyarakat di berbagai wilayah.

“Di Kota Bandung realisasi penyaluran bantuan pangan baru sekitar 30 persen. Artinya masih berlangsung dan minat masyarakat cukup tinggi. Program-program ini sangat membantu dalam meringankan beban masyarakat,” ujar dia.

Gin Gin menambahkan, berbagai program yang dijalankan pemerintah baik melalui GPM maupun bantuan pangan saling melengkapi dalam menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok. Langkah tersebut, juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

"Ke depan, kami akan terus memantau perkembangan kondisi pangan dan kebutuhan masyarakat. Selain menjaga stabilitas pasokan dan harga, pemerintah juga berupaya memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki akses yang memadai terhadap pangan yang aman, berkualitas dan terjangkau," tandasnya.***


Editor : JakaPermana