Antisipasi El Nino, DKPP Kota Bandung Siapkan Irigasi hingga Bibit Tahan Panas
Kota Bandung bersiap menghadapi ancaman El Nino yang diperkirakan berlangsung mulai Juni, hingga enam bulan ke depan hingga akhir tahun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kota Bandung bersiap menghadapi ancaman El Nino yang diperkirakan berlangsung mulai Juni, hingga enam bulan ke depan hingga akhir tahun. Kondisi itu dikhawatirkan akan berdampak pada sektor pertanian, khususnya produksi pangan yang menjadi penopang kebutuhan masyarakat di Kota Bandung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, dampak paling nyata dari fenomena El Nino adalah pada menurunnya produksi pertanian. Kondisi tersebut, juga akan berpengaruh pada rantai pasok pangan yang mencakup distribusi hingga logistik.
“Yang pasti akan terkena dampak itu pastinya produksi pertanian, termasuk suplainya, distribusinya, logistiknya karena Kota Bandung itu sangat tergantung logistik,” kata Gin Gin Ginanjar, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, ketergantungan Kota Bandung terhadap distribusi pangan membuat situasi tersebut perlu diantisipasi sejak awal. Bahkan, kondisi global yang terjadi saat ini juga sudah turut mempengaruhi harga kebutuhan pokok di daerah.
“Dengan sekarang kondisi global saja itu berpengaruh, mempengaruhi ke harga,” ucapnya.
Sebagai langkah antisipasi, dituturkannya pemerintah kota bersama para petani telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari. Salah satunya adalah memperbaiki infrastruktur irigasi, melalui kerja bakti agar aliran air ke lahan pertanian tetap terjaga.
“Kita sebetulnya juga sudah mencoba antisipasi jauh-jauh hari. Sudah komunikasi menyiapkan dengan petani bagaimana menghadapi ini, salah satunya kerja bakti memperbaiki saluran irigasi,” ujar dia.
Selain perbaikan infrastruktur, pemerintah juga melakukan pengaturan pola tanam bagi petani. Hal tersebut, dilakukan agar waktu tanam dan panen dapat menyesuaikan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu akibat perubahan iklim.
“Kemudian kita menyiapkan nanti pola tanam petani. Jadi kita bimbing supaya pada saat tanam itu, memang pada saat seperti ini masih ada hujan dan nanti panen juga harus seperti apa,” jelasnya.
Upaya lain yang dilakukan, adalah penyediaan bibit dan benih unggul yang lebih tahan terhadap cuaca panas. Pemerintah juga memanfaatkan dukungan dari pemerintah pusat, termasuk penyediaan pompa air mengantisipasi kekeringan.
“Kemudian menyediakan bibit dan benih unggul yang bisa tahan terhadap panas atau cuaca. Ini sudah dari pemerintah pusat. Selain pupuk, bahkan sudah menyiapkan pompa dan mesin-mesin pompa,” ujar dia.
Gin Gin menambahkan, saat ini program pompanisasi dan pipanisasi juga mulai diterapkan di Kota Bandung. Sistem tersebut, diharapkan mampu membantu petani dalam mengakses air ketika terjadi musim kemarau panjang.
“Sekarang sudah menyebar pompanisasi, bahkan pipanisasi untuk Kota Bandung. Salah satu antisipasi kalau kering itu bisa narik air dari sungai,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana

