DKPP Kota Bandung Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan PMK
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung terus berinovasi dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan keterbatasan lahan serta mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung terus berinovasi dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan keterbatasan lahan serta mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan, Kota Bandung menghadapi tantangan besar dalam penyediaan pangan akibat menyusutnya lahan pertanian karena perkembangan pemukiman.
Namun begitu, pihaknya telah mengembangkan program inovatif bernama sehat, alami, dan ekonomis (Buruan SAE) yang mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya sayuran, buah-buahan, tanaman obat, hingga peternakan kecil seperti ayam dan ikan.
“Konsep ini mendorong urban farming, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Kami juga mengintegrasikan pengolahan sampah organik menjadi kompos untuk menunjang tanaman,” kata Gin Gin Ginanjar, Jumat 24 Januari 2025.
Selain itu, ia menyebut pentingnya diversifikasi pangan dengan menanam tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti cabai dan bawang. Terutama menjelang bulan puasa dan hari raya, sehingga ketergantungan pada satu jenis komoditas dapat diminimalisir.
Di sisi lain, DKPP juga fokus pada pengendalian PMK yang menyerang hewan ternak, khususnya sapi. Upaya tersebut dilakukan melalui vaksinasi ratusan ekor sapi, pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk ke Bandung, serta sosialisasi kepada peternak mengenai kebersihan kandang dan kesehatan hewan.
“Kami memastikan hewan ternak yang masuk ke Bandung bebas PMK. Hingga kini, kondisi Kota Bandung aman dari wabah PMK,” ucapnya.
DKPP pun, dikemukakan Gin Gin berkomitmen untuk menjaga keamanan pangan masyarakat melalui pengawasan ketat, edukasi peternak, serta sinergi lintas sektor.
Kolaborasi semua pihak sangat diperlukan, termasuk masyarakat, akademisi, komunitas, dan dunia usaha, untuk memastikan keberlanjutan program ketahanan pangan di Bandung.
“Keberhasilan ini memerlukan dukungan aktif semua pihak. Dengan sinergi, Bandung bisa menjadi kota mandiri dalam ketahanan pangan,” ujar dia. ***
Editor : JakaPermana

