Jabar Kawal Investasi PLTS Terapung Saguling Rp1,44 Triliun
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempercepat langkah menuju pusat investasi energi hijau nasional, dengan mengawal proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempercepat langkah menuju pusat investasi energi hijau nasional, dengan mengawal realisasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Saguling senilai sekitar US$80 juta atau setara Rp1,44 triliun.
Proyek strategis tersebut menjadi salah satu andalan Jawa Barat dalam menarik investasi sektor energi baru terbarukan (EBT), sekaligus memperkuat agenda transisi energi bersih.
Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui keterlibatan aktif Pemprov Jabar dalam sidang terbuka debottlenecking Pelayanan Percepatan Penyelesaian Permasalahan Proyek Strategis (P2SP), yang berlangsung di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, pada awal Mei 2026 lalu.
Forum itu menjadi ruang koordinasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan investor untuk membedah berbagai persoalan yang berpotensi memperlambat realisasi investasi, mulai dari aspek administratif, teknis, hingga perizinan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik menegaskan, percepatan penyelesaian hambatan investasi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor, sekaligus memastikan proyek strategis dapat berjalan sesuai target.
Menurutnya, PLTS Terapung Saguling memiliki posisi penting dalam peta pengembangan energi terbarukan Jawa Barat yang saat ini terus didorong menjadi salah satu sektor unggulan investasi.
"Proyek ini tidak hanya mendukung pengembangan energi ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat daya saing dan daya tarik investasi Jawa Barat di sektor energi terbarukan," ujar Dedi Taufik dalam keterangannya yang dikutip Selasa (16/6/2026).
Pemprov Jabar menilai, keberhasilan proyek tersebut tidak hanya diukur dari nilai investasinya yang mencapai triliunan rupiah, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dihasilkan.
Kehadiran PLTS Terapung Saguling diproyeksikan mampu membuka peluang kerja baru, menggerakkan aktivitas ekonomi di wilayah sekitar, serta menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Sebab itu, pemerintah daerah terus memperkuat peran sebagai fasilitator investasi dengan memastikan seluruh proses berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan kepastian bagi dunia usaha.
Dedi menegaskan, setiap proyek investasi yang masuk ke Jawa Barat harus mampu menghasilkan nilai tambah bagi pembangunan daerah dan tidak sekadar menghadirkan modal.
Dengan pendekatan tersebut, Jawa Barat berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Ke depan, DPMPTSP Jawa Barat akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, mempercepat layanan perizinan, serta membangun kolaborasi yang lebih erat dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan iklim investasi tetap kompetitif dan kondusif.
"Jawa Barat berkomitmen menjadi daerah yang ramah investasi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Proyek PLTS Terapung Saguling menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut," tandasnya. ***
Editor : JakaPermana

