Jabar Jual Proyek Energi Hijau dan Kertajati ke Investor Malaysia
Pemerintah Provinsi Jawa Barat semakin agresif memburu investasi asing, dengan membawa portofolio proyek strategis bernilai tinggi ke hadapan investor Malaysia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat semakin agresif memburu investasi asing, dengan membawa portofolio proyek strategis bernilai tinggi ke hadapan investor Malaysia.
Melalui ajang Selangor International Business Summit (SIBS) 2026, Pemprov Jabar akan menawarkan berbagai proyek unggulan yang tersebar di sektor energi terbarukan, kawasan industri, teknologi, hingga kesehatan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan posisi Jawa Barat sebagai magnet investasi nasional, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dengan Malaysia yang selama ini masuk dalam jajaran investor terbesar di provinsi tersebut.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat mencatat, sepanjang 2025 investasi Malaysia mencapai Rp25,7 triliun yang terealisasi melalui 1.197 proyek dan menyerap hampir 3.000 tenaga kerja. Dalam tiga tahun terakhir, akumulasi investasi Negeri Jiran di Jawa Barat bahkan telah menyentuh angka Rp44 triliun.
Koordinator Tim Promosi dan Pengembangan Hilirisasi Investasi DPMPTSP Jawa Barat, Siti Nurhuda mengatakan, forum SIBS 2026 yang akan digelar pada 9-10 Juli mendatang di Kota Bandung menjadi momentum strategis untuk mempertemukan investor dengan proyek-proyek potensial yang telah disiapkan pemerintah daerah.
"Sejumlah proyek siap ditawarkan dalam berbagai sektor strategis, mulai dari energi terbarukan, kawasan industri, teknologi, kesehatan, industri kreatif, hingga infrastruktur," ujar Siti dalam keterangannya yang dikutip Selasa (16/6/2026).
Salah satu sektor yang menjadi andalan adalah energi hijau. Jawa Barat akan mempromosikan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Waduk Sadawarna, Cipanas, Darma, dan Kuningan. Selain itu, proyek waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi di kawasan Cirebon Raya dan Kabupaten Subang juga masuk dalam daftar investasi prioritas.
Di sektor industri, pemerintah menyiapkan sejumlah proyek yang dinilai memiliki daya tarik tinggi bagi investor internasional. Di antaranya Kertajati Aerospace Park yang diproyeksikan menjadi pusat industri dirgantara, Kertajati Logistic Hub of Indonesia, Subang Smartpolitan, Losarang Industrial Estate, hingga Taifa Industrial Park.
Sementara itu, sektor kesehatan turut menjadi fokus promosi. Jawa Barat menawarkan pengembangan kawasan medical tourism dan pusat layanan kesehatan terpadu yang dinilai memiliki peluang besar seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan modern dan berkualitas.
Tidak hanya menggelar forum bisnis, penyelenggara SIBS 2026 juga menyiapkan agenda kunjungan langsung ke sejumlah lokasi proyek. Skema ini dirancang untuk memberikan gambaran nyata kepada calon investor mengenai kesiapan lahan, dukungan infrastruktur, hingga prospek pengembangan proyek di lapangan.
Dorongan investasi tersebut menjadi penting mengingat Jawa Barat terus menunjukkan performa positif dalam realisasi penanaman modal. Pada Triwulan I 2026, nilai investasi yang masuk mencapai Rp76,78 triliun atau sekitar 24 persen dari target tahunan sebesar Rp314 triliun. Capaian tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu kontributor investasi terbesar di tingkat nasional.
Dengan membawa proyek-proyek strategis ke forum internasional, Pemprov Jabar berharap arus modal asing tidak hanya memperkuat daya saing daerah, tetapi juga mempercepat hilirisasi industri dan penciptaan lapangan kerja baru.
"Melalui partisipasi dalam SIBS 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap dapat memperluas jaringan kemitraan internasional sekaligus mendorong masuknya investasi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat hilirisasi industri, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan," harapnya. ***
Editor : JakaPermana


