Warga Lembang Bakal Punya Akses Langsung ke Bandara Husein
Pemkot Bandung mendorong tersedianya akses transportasi umum menuju Bandara Husein Sastranegara menjelang rencana pembukaan kembali bandara tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkot Bandung mendorong tersedianya akses transportasi umum menuju Bandara Husein Sastranegara menjelang rencana pembukaan kembali bandara tersebut.
Salah satu yang tengah diperjuangkan yakni usulan trayek baru Lembang-Bandara Husein. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan, usulan trayek tersebut sudah disampaikan melalui surat kepada pihak terkait.
“Kopamas sudah berkirim surat terkait trayek Lembang-Husein. Memang belum ada jawaban, tapi minggu ini saya akan mengejar, jemput bola ke Kemenhub berkaitan dengan itu,” kata Rasdian, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, apabila usulan tersebut disetujui kendaraan trayek Lembang-Bandara Husein nantinya hanya akan masuk untuk mengantar dan menjemput penumpang. Kendaraan tidak diperbolehkan melakukan parkir di area bandara.
“Jadi dari Lembang, nanti ke Husein itu ada seperti itu. Masuk hanya untuk drop penumpang, tidak parkir. Setelah itu jalan lagi,” ucapnya.
Rasdian menyebut, sebelumnya sudah pernah terdapat layanan angkutan yang masuk ke Bandara Husein Sastranegara, yakni trayek Gunung Batu-Stasiun. Kini, pihaknya mengusulkan rute berbeda yang dinilai dapat memperluas akses masyarakat menuju bandara.
“Dulu kan ada jurusan Gunung Batu-Stasiun masuk ke Bandara Husein. Nah sekarang kita usulkan yang dari Lembang ke Husein,” ujar dia.
Selain menyiapkan transportasi dalam trayek, Dishub Kota Bandung juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait layanan angkutan menuju bandara. Termasuk angkutan tidak dalam trayek seperti transportasi daring.
Pihaknya menjelaskan, pengaturan operasional angkutan seperti Grab dan Gojek bukan menjadi kewenangan Dishub Kota Bandung karena berkaitan dengan aset dan pengelolaan area bandara yang berada di bawah kewenangan Lanud.
“Kalau Grab, Gojek itu kewenangannya bukan di Dishub Kota karena itu asetnya milik Lanud. Silakan koordinasi dengan Koperasi Lanud mekanismenya seperti apa, kita serahkan,” jelasnya.
Meski tidak mengatur kuota maupun mekanisme kendaraan nontrayek, pihaknya tetap memastikan aspek lalu lintas menjadi perhatian utama. Pemerintah kota, mengantisipasi agar aktivitas kendaraan menuju bandara tidak menimbulkan kemacetan.
“Yang penting kalau kita lihat, jangan sampai terjadi nanti macet dan sebagainya,” tutur dia.
Sementara itu, dari sisi infrastruktur pendukung Dishub Kota Bandung menyiapkan sejumlah kebutuhan menjelang operasional kembali Bandara Husein Sastranegara. Persiapan tersebut meliputi penerangan jalan, marka, rambu petunjuk sampai perlengkapan pengaturan lalu lintas.
“Support lain juga kita siapkan, seperti water barrier, traffic cone termasuk rambu-rambu peringatan dan rambu petunjuk. Kesan pertama harus bagus,” tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

