Hampir Mirip NII Garut, Ini Perbedaan Ajaran Kelompok Islam Baiat di Paseh
MUI Kabupaten Bandung menyebut ada perbedaan antara NII di Kabupaten Garut dengan Kelompok Islam Baiat di Kecamatan Paseh
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung menduga ajaran atau paham menyimpag dari ajaran Islam yang dilakukan oleh kelompok Islam baiat di Kecamatan Paseh berbeda dengan paham Negara Islam Indonesia (NII) di Kabupaten Garut.
"Ada pola pergerakan yang beda dengan NII di Garut yah. Kalau itu kan ujung-ujungnya kesejahteraan pimpinanya, jadi ada pemasukan dari anggota untuk pimpinannya. Nah kalau yang di Kecamatan Paseh itu tidak ada, atau karena ini baru awal dan bisa saja kesana nya mah sama seperti yang di Garut bermotif ekonomi," kata Ketua Bidang Hukum MUI Kabupaten Bandung, Abdul Aziz kepada INILAHKORAN, Jumat 11 Februari 2022.
Selain itu, kata Aziz, meskipun ada kesamaan penyimpangan dalam pemahaman agama Islam, belum tentu kelompok Islam baiat di Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung ini merupakan jaringan yang sama dengan NII di Garut. Ia mencontohkan, pada 2017 lalu terdapat dua kelompok Islam baiat di Kecamatan Cicalengka. Ternyata kedua-duanya tidak saling berkaitan serta memiliki tujuan berbeda.
Baca Juga: MUI Sebut Kelompok Radikal di Paseh Anggap Ajaran di Luar Mereka Najis da Kafir
"Kedua kelompok itu beda tujuan dan jaringan. Kelompok pertama itu memang ada hubungan dengan aktivitas serupa di Garut. Nah kelompok kedua motifnya itu pimpinannya ingin dianggap tokoh masyarakat makanya bikin gerakan Islam baiat. Jadi tidak selalu mereka itu berjaringan atau berafiliasi kepada kelompok tertentu," ujarnya.
Bahkan kata Aziz, ada pimpinan kelompok radikal memengaruhi anggotanya hanya dengan berbekal ajaran agama yang dipelajari sendiri diintenet. Maka tak heran jika banyak pemahaman agamanya salah dan menyimpang dari ajaran agama Islam yang benar. Celakanya, anggota kelompoknya pun mereka yang tak memiliki bekal ajaran agama yang cukup.
Aziz melanjutkan, fenomena ajaran Islam baiat sebenarnya bukan hal baru terjadi di Kabupaten Bandung. Sebelumnya pun pernah ada di Kecamatan Nagreg, Cicalengka, Cikancung, Rancaekek dan Cimenyan. Namun keberadaannya hanya kelompok-kelompok kecil saja. Sedangkan yang ditemukan sekarang di Paseh ini memang kelompok baru yang belum diketahui afiliasinya atau memang berdiri sendiri.
Baca Juga: DUH! MUI Kabupaten Bandung Mencium Dugaan Gerakan Radikal Semacam NII di Kecamatan Paseh
"Sejak 2016 ada dan memang sebarannya diwilayah timur Kabupaten Bandung. Nah kalau ke wilayah selatan kami belum pernah mendeteksi ada yang seperti itu (Islam baiat), di selatan itu adanya penyimpangan ajaran impor seperti baha'i dan lainnya. Namun demikian, saat ini kelompok-kelompok tersebut sudah kembali kepada jalan yang benar, mereka sudah berbaur dan melaksanakaan ibadah seperti umat Islam pada umumnya," katanya.(rd dani r nugraha).
Editor : inilahkoran

