HAN 2026, KPAID Tasikmalaya Kampanyekan Anti Kekerasan Anak 24 Jam Tanpa Jeda
KPAID Kabupaten Tasikmalaya mengkampanyekan anti kekerasan terhadap anak selama 24 jam nonstop
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya mengusung kampanye "Anti Kekerasan pada Anak 24 Jam Tanpa Jeda" dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Islamic Center Singaparna pada 22–23 Juli 2026 tersebut mengangkat tema "Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas."
Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk memeriahkan peringatan HAN, di antaranya penampilan kreasi anak, permainan edukatif, bakti sosial bagi anak korban kekerasan, khitanan massal, hingga edukasi bagi orang tua yang menghadirkan sejumlah narasumber.
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengatakan konsep peringatan Hari Anak Nasional tahun ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kampanye anti kekerasan terhadap anak selama 24 jam tanpa jeda menjadi simbol bahwa perlindungan anak harus dilakukan setiap saat.
"Hari ini di tahun 2026 memang konsepnya berbeda dengan konsep sebelumnya, di mana pada konsep tahun ini kita mengusung kampanye anti kekerasan pada anak 24 jam tanpa jeda. Sebuah filosofi bahwa dalam melakukan perlindungan kepada anak harus dilakukan selama 24 jam," ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Ato menjelaskan, peringatan HAN juga menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, TNI, Polri hingga masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Menurutnya, kegiatan tidak hanya melibatkan anak-anak, tetapi juga orang tua melalui berbagai sesi edukasi. Selain itu, dukungan dunia usaha turut diwujudkan melalui kegiatan sosial seperti khitanan massal dan bakti sosial bagi masyarakat.
Ia berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mencegah kekerasan terhadap anak melalui sosialisasi yang berkelanjutan dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Editor : Ahmad Sayuti

