Sambangi Jelajah SAPA, Veronica Tan Tegaskan Suara Anak Jadi Dasar Kebijakan Negara

Wamen PPA Veronica Tan menegaskan suara anak jadi arah penentu kebijakan negara

Sambangi Jelajah SAPA, Veronica Tan Tegaskan Suara Anak Jadi Dasar Kebijakan Negara
Wamen PPPA Veronica Tan bersama anak-anak dalam kegiatan Jelajah SAPA di Rusunawa Cakung Barat, Kota Jakarta Timur, Jumat (17/7/2026). ANTARA

INILAHKORAN. ID - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan, menegaskan pentingnya menjadikan suara dan aspirasi anak sebagai fondasi utama dalam penyusunan kebijakan serta program perlindungan anak secara nasional.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri dialog interaktif bersama perwakilan anak-anak dalam kegiatan Jelajah SAPA yang berlokasi di Rusunawa Cakung Barat, Kota Jakarta Timur, Jumat (17/7/2026).

"Hari ini kami ingin mendengar langsung aspirasi anak-anak. Tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal, karena setiap anak berhak merasakan manfaat dari pembangunan," ujar Veronica seperti dikutip dari Antara. 

Dalam suasana dialog yang hangat tersebut, Veronica mengajak anak-anak yang hadir untuk bercerita tentang aktivitas harian mereka, menanyakan cita-cita saat dewasa, hingga menampung harapan polos mereka kepada pemerintah. 

Di sela-sela obrolan, ia juga menyelipkan pesan moral agar anak-anak senantiasa membangun perilaku sopan dan tidak berbicara dengan suara keras kepada orang tua.

Jelajah SAPA: Ruang Evaluasi Layanan Lapangan

Agenda Jelajah SAPA ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026.

Menurut Veronica, program ini dirancang bukan sekadar untuk seremonial, melainkan menjadi ruang bagi anak untuk berbicara jujur. Di sisi lain, lewat kegiatan turun ke lapangan ini, pemerintah dapat memantau langsung kondisi nyata layanan perlindungan anak di tingkat akar rumput.

"Ini menjadi sarana penting bagi kami untuk memperkuat koordinasi dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan," jelasnya.

Gaungkan Gernas RANA demi Lingkungan Bebas Kekerasan

Guna mewujudkan ekosistem lingkungan yang aman bagi generasi penerus, Veronica mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi melalui implementasi Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA).

Gerakan ini menuntut keterlibatan aktif dan kolaborasi lintas sektor yang meliputi unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, hingga unit terkecil yaitu keluarga.

"Perlindungan anak bukan tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Mari kita pastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, bermain, dan meraih cita-citanya tanpa bayang-bayang kekerasan, eksploitasi, maupun diskriminasi," tegas Veronica.

Puncak acara peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang jatuh pada 23 Juli mendatang rencananya akan digelar secara desentralisasi. Langkah ini diambil agar perayaan dapat menyentuh dan mendekatkan anak-anak di seluruh pelosok wilayah Indonesia secara lebih merata.


Editor : Ahmad Sayuti