Harga Cabai di Jawa Barat Melejit Jelang Iduladha, DKPP Pastikan Stok Pangan Aman

Mennjelang Iduladha beberapa bahan pokok mengalami kenaikan harga salah satunya cabai rawit

Harga Cabai di Jawa Barat Melejit Jelang Iduladha, DKPP Pastikan Stok Pangan Aman
Menjelang Iduladha beberapa bahan pokok mulai mengalami kenaikan harga, seperti cabai rawait.

INILAHKORAN.ID - Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 2026, harga sejumlah bahan pokok penting (bapokting) di Jawa Barat mulai bergerak naik

Komoditas hortikultura, terutama aneka cabai, menjadi penyumbang lonjakan harga paling signifikan di tengah kondisi pasokan yang mulai tertekan.

Meski demikian, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat memastikan, secara umum kondisi harga pangan di wilayah tersebut masih relatif terkendali dan ketersediaan stok masyarakat tetap aman.

Kepala DKPP Jabar, Linda Al Amin mengungkapkan, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) per 15 Mei 2026, komoditas cabai rawit merah dan cabai merah besar mengalami kenaikan harga di atas lima persen dibandingkan pekan sebelumnya.

“Secara umum komoditas harga pangan relatif stabil, namun ada beberapa komoditas yang naik cukup signifikan (kenaikan di atas 5 persen), antara lain cabai rawit merah dan cabai merah besar,” ujar Linda dalam layanan pesan kepada INILAHKORAN.ID, Jumat (15/5/2026).

Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan paling mencolok. Harga rata-rata di tingkat konsumen Jawa Barat kini mencapai Rp75.872 per kilogram, naik 11,32 persen dibandingkan harga minggu sebelumnya.

Tak hanya melonjak, harga cabai rawit merah juga telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) pemerintah yang berada di kisaran Rp40.000-Rp57.000 per kilogram. Saat ini, harganya tercatat 33,11 persen di atas ambang acuan, sehingga masuk kategori “Waspada” dalam indikator stabilitas harga pangan.

Sisi lain, harga cabai merah besar turut mengalami peningkatan cukup tajam. Per 15 Mei 2026, rata-rata harga mencapai Rp55.338 per kilogram atau naik 10,38 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Sementara itu, cabai merah keriting tercatat mengalami kenaikan lebih moderat sebesar 3,26 persen menjadi Rp47.551 per kilogram. Harga komoditas ini masih berada dalam rentang HAP konsumen, yakni Rp37.000-Rp55.000 per kilogram, sehingga statusnya masih tergolong aman.

DKPP Jawa Barat memetakan sedikitnya empat faktor utama yang menyebabkan lonjakan harga aneka cabai di pasaran. Gangguan produksi akibat cuaca menjadi salah satu penyebab dominan.

“Kenaikan harga aneka cabai (cabai rawit merah, cabai merah besar, cabai merah keriting) disebabkan berkurangnya pasokan dari sentra produksi, faktor cuaca kemarau, dan terjadi serangan penyakit patek serta layu fusarium sehingga mengganggu produksi dan produktivitas,” kata Linda.

Selain faktor produksi, biaya distribusi yang meningkat akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM) juga ikut mendorong harga di tingkat konsumen. Di saat bersamaan, permintaan pasar mulai meningkat menjelang Iduladha, sehingga tekanan terhadap harga semakin besar.

“Meningkatnya biaya distribusi yang disebabkan adanya kenaikan BBM serta meningkatnya permintaan menjelang HBKN Iduladha turut memengaruhi harga,” tambahnya.

Di tengah lonjakan harga sejumlah komoditas, DKPP Jawa Barat memastikan belum ada indikasi kelangkaan bahan pangan strategis di daerah tersebut.

Linda menegaskan, berdasarkan neraca pangan April 2026 yang dilaporkan 27 kabupaten/kota, kebutuhan pangan masyarakat Jawa Barat masih dapat dipenuhi, baik dari hasil produksi lokal maupun dukungan pasokan antardaerah.

“Ketersediaan pangan strategis di Jawa Barat tidak mengalami kelangkaan. Berdasarkan neraca pangan bulan April yang dilaporkan oleh 27 kabupaten/kota, kebutuhan masyarakat Jawa Barat dapat terpenuhi baik dari produksi dalam daerah maupun adanya pasokan dari luar Jawa Barat,” ujarnya.

Ia mengakui, ketahanan stok pada komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai rawit memang cenderung rendah. Namun, kondisi itu tidak sampai memicu krisis pasokan karena masih ditopang distribusi dari daerah sentra produksi lain.

“Komoditas yang terpantau memiliki ketahanan stok rendah terdapat pada bawang merah dan cabai rawit. Akan tetapi, ketersediaan tetap dapat terpenuhi dari pasokan luar Jawa Barat, yaitu dari Jawa Tengah dan Jawa Timur,” pungkasnya. 

Seperti diketahui, berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), sejumlah komoditas Bapokting mengalami kenaikan signifikan.

- Cabai merah besar naik 72,47%, Rp88.650/kg.

- Bawang merah ukuran sedang naik 51,35%, Rp70.150/kg.

- Bawang putih ukuran sedang naik 39,95%, Rp54.650/kg.

- Cabai merah keriting naik 38,54 %, Rp67.400/kg.

- Telur ayam ras segar naik 33,92 %, Rp41.850/kg.

- Daging ayam ras segar naik 32,98 %, Rp52.000/kg.

- Gula pasir premium *naik 31,68 %, Rp26.600/kg.

- Cabai rawit merah *naik 14,34 %, Rp74.150/kg.

- Beras kualitas bawah I: Rp17.750/kg

- Beras kualitas bawah II: Rp17.700/kg

- Beras medium I: Rp18.950/kg

- Beras medium II: Rp18.750/kg

- Beras super I: Rp21.000/kg

- Beras super II: Rp20.100/kg

- Minyak goreng curah Rp22.000/kg

- Minyak goreng kemasan bermerek Rp26.000 - Rp28.500/kg

- Daging sapi kualitas 1 Rp161.400/kg

- Daging sapi kualitas 2 Rp154.250/kg. 


Editor : Ahmad Sayuti