Harga Mulai Turun, Sayuran di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya Terkendala Pasokan

Harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya mulai menunjukkan penurunan usai sempat melonjak jelang Hari Raya Idulfitri.

Harga Mulai Turun, Sayuran di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya Terkendala Pasokan
Berdasarkan data dari tasikmalayakota.go.id, beberapa komoditas mengalami penurunan harga dibandingkan sebelum Lebaran. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya mulai menunjukkan penurunan usai sempat melonjak jelang Hari Raya Idulfitri.

Berdasarkan data dari tasikmalayakota.go.id, beberapa komoditas mengalami penurunan harga dibandingkan sebelum Lebaran. 

Seperti cabai merah besar harganya  turun dari Rp80.000 menjadi Rp70.000 per kilogram. Cabai merah domba juga turun dari Rp90.000 menjadi Rp75.000 per kilogram.

Selain itu, harga daging ayam broiler turun dari Rp48.000 menjadi Rp46.000 per kilogram, dan daging ayam kampung dari Rp70.000 menjadi Rp65.000 per kilogram. Komoditas lain seperti tomat juga mengalami penurunan dari Rp18.000 menjadi Rp15.000 per kilogram.

Sementara itu, beberapa harga komoditas relatif stabil, seperti cabai merah keriting yang tetap di angka Rp50.000 per kilogram dan cabe rawit hijau di kisaran Rp55.000 per kilogram.

Pedagang sayuran di Pasar Cikurubuk, Suhada (73) mengatakan lonjakan harga terjadi sejak pertengahan Ramadan akibat meningkatnya permintaan masyarakat.

“Hampir semua sayuran naik sebelum Lebaran, sekitar tanggal 25 Ramadan. Cabe domba sempat saya jual Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp85 ribu,” ujar Suhada yang telah berdagang selama 23 tahun, Rabu 25 Maret 2026.

Dia juga menyebutkan, selama Ramadan omzet penjualannya meningkat signifikan hingga 50 persen, terutama sejak memasuki 10 hari terakhir puasa.

“Omzet naik sampai 50 persen sejak tanggal 21 Ramadan,” katanya.

Namun demikian, Suhada mengungkapkan bahwa pasokan barang menjadi kendala utama pasca Lebaran. Dia menyebut distribusi sayuran dari daerah pemasok seperti Singaparna dan Cisayong belum kembali normal.

“Barang sempat susah, terakhir datang sebelum Lebaran. Sampai sekarang belum ada kiriman lagi,” ucapnya.

Dia berharap harga komoditas bisa kembali stabil dan terjangkau oleh masyarakat dalam waktu dekat, seiring normalnya kembali distribusi pasokan.

“Harapannya harga stabil, supaya masyarakat juga bisa beli dengan harga yang wajar,” pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani