Harga Plastik Naik, Pedagang Ngeluh

Naiknya harga platik membuat para pelaku usaha kecil di Soreang seperti pedagang makanan dan minuman mengeluh

Harga Plastik Naik, Pedagang Ngeluh
Herniawati (40) seorang pedagang minuman di Soreang Kabupaten Bandung mengeluh dengan naiknya harga plastik yang mencapai 50 persen. (Rd Dani R Nugraha/Inilahkoran)

INILAHKORAN.ID - Para pedagang makanan dan minuman di Kabupaten Bandung mengeluhkan kenaikan harga berbagai kebutuhan berbahan plastik yang mencapai hingga 50 persen. Kenaikan ini diduga imbas konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memicu gangguan pasokan bahan baku.

Sejumlah komoditas plastik seperti kantong kresek, gelas plastik, hingga kotak makan thinwall mengalami kenaikan signifikan di berbagai toko plastik dan peralatan kue.

Jika sebelumnya kantong kresek dijual Rp10 ribu, kini naik menjadi Rp15 ribu. Begitu juga gelas plastik yang harga awalnya Rp9 ribu menjadi Rp15 ribu. Rata-rata harga plastik kemasan lainnya ikut terdongkrak hingga 50 persen sejak Ramadan dan terus naik hingga awal April 2026.

Kondisi ini dirasakan berat oleh pelaku UMKM yang sangat bergantung pada kemasan plastik untuk menunjang usahanya.

Salah seorang pedagang minuman di Soreang, Herniwati (40), mengaku kenaikan harga plastik memperparah beban usaha yang sudah tertekan oleh naiknya bahan baku lainnya.

“Repot harga plastik terus naik, belum lagi bahan minuman seperti susu kental manis, susu evaporasi, gula, dan susu UHT juga ikut naik setelah Lebaran,” ujar Herniwati, Senin (6/4/2026).

Keluhan serupa disampaikan Ujun Junaedi (39), pedagang jajanan basreng di kawasan depan SMPN 1 Soreang. Ia menyebut plastik kemasan merupakan kebutuhan utama yang tidak bisa ditinggalkan.

“Kelihatannya sepele, tapi plastik itu penting untuk jualan. Mau mahal juga tetap harus beli. Masalahnya sekarang harganya hampir tiap hari naik,” kata Ujun.

Secara global, lonjakan harga plastik dipicu terganggunya rantai pasok bahan baku seperti nafta dari kawasan Timur Tengah. Ketergantungan impor bahan baku yang mencapai sekitar 60 persen, ditambah kenaikan harga minyak mentah serta tingginya permintaan menjelang Lebaran, membuat biaya produksi plastik melonjak tajam.

Dampaknya, pelaku usaha kecil di daerah menjadi pihak paling terdampak akibat kenaikan harga yang terus merangkak


Editor : Ahmad Sayuti