Hari Keenam Pencarian Korban Ponpes Al-Khoziny, Basarnas Atur Ulang Penggunaan Alat Berat

Hari Keenam Pencarian Korban Ponpes Al-Khoziny, Basarnas Atur Ulang Penggunaan Alat Berat

Hari Keenam Pencarian Korban Ponpes Al-Khoziny, Basarnas Atur Ulang Penggunaan Alat Berat

INILAHKORAN - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperketat koordinasi penggunaan alat berat dalam operasi pencarian korban robohnya bangunan bertingkat di Pondok pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan personel sekaligus meningkatkan efektivitas proses evakuasi.

Direktur Operasi Basarnas, Yudhi Bramantyo, menjelaskan bahwa pengalaman di lapangan sehari sebelumnya menunjukkan perlunya pengaturan lebih detail antara operator alat berat dan tim penyelamat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dandim selaku penanggung jawab alat berat agar penggunaannya lebih tepat. Ada beberapa titik yang tidak bisa langsung digarap alat berat dan harus ditangani manual oleh personel SAR,” kata Yudhi saat konferensi pers di posko media center darurat, Sabtu (4/10).

Kombinasi Manual dan Alat Berat

Menurut Yudhi, kondisi lapangan memperlihatkan adanya puing beton yang harus dipotong terlebih dahulu sebelum tim dapat turun langsung mengevakuasi korban.

Pada Jumat (3/10), tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sembilan jenazah menggunakan metode kombinasi antara manual dan dukungan alat berat. Namun, proses di beberapa titik memakan waktu lebih lama karena posisi korban yang sulit dijangkau.

“Untuk mempercepat pencarian, kami membagi tim menjadi tiga sektor. Tapi prinsip utama kami tetap sama, yaitu keselamatan personel nomor satu,” tegasnya.

Hari Keenam Operasi

Basarnas berharap, dengan koordinasi yang lebih ketat, proses pencarian pada hari keenam pascarobohnya bangunan Ponpes Al-Khoziny bisa berjalan lebih cepat sekaligus mengurangi risiko kerja di lapangan.

Yudhi juga meminta doa dari seluruh masyarakat agar operasi evakuasi dapat berlangsung lancar dan membuahkan hasil maksimal.

“Semua ini demi kemanusiaan. Kami akan terus bekerja sebaik mungkin hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” ujarnya.


Editor : Firda Rachmawati