Hartono Soekwanto, Irfan Hakim, dan Pemkab Bandung Bedah Rumah Saparudin di Cimekar

Rumah Saparudin (56), warga Dusun Babakan Cikeruh RT 02 RW 14, Kecamatan Cileunyi, yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan, diperbaiki.

Hartono Soekwanto, Irfan Hakim, dan Pemkab Bandung Bedah Rumah Saparudin di Cimekar
Hartono Soekwanto, Irfan Hakim, dan Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb saat mengunjungi rumah Saparudin (56) di Kecamatan Cileunyi. (Istimewa)

INILAHKORAN.ID - Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kembali membawa kebahagiaan bagi warga Kabupaten Bandung. 

Kali ini, rumah milik Saparudin (56), warga Dusun Babakan Cikeruh RT 02 RW 14, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan, diperbaiki melalui kolaborasi berbagai pihak.

Pengusaha asal Bandung yang dikenal sebagai Bos Koi, Hartono Soekwanto, mengaku dirinya tidak menghitung sudah berapa banyak rumah yang telah ia bantu perbaiki.

“Bingung saya juga sudah berapa titik rumah yang dibantu,” kata Hartono, dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, alasan dirinya sering membantu masyarakat karena ingin membahagiakan orang lain.

“Kita membahagiakan orang itu sebagian dari ibadah. Jadi intinya tidak ada orang yang miskin karena sedekah itu tidak ada,” katanya.

Presenter dan figur publik Irfan Hakim mengatakan, di era media sosial saat ini, kebaikan perlu disebarkan agar bisa menginspirasi lebih banyak orang.

“Dengan adanya sosial media kita bisa tahu lebih banyak dan menyampaikan lebih bebas. Kebaikan ini juga harus disiarkan supaya menginspirasi banyak orang dan membuka mata bahwa masih banyak orang yang hidup di bawah standar,” ujar Irfan.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar selalu bersyukur dan menjaga kerukunan.

“Jangan berantem. Kadang ketika susah adem ayem, tapi ketika sudah ada kenyamanan dan harta justru jadi sumber pertikaian. Mudah-mudahan warga Kabupaten Bandung tetap balageur,"ucapmya.

Saparudin mengaku sangat terharu rumahnya akhirnya diperbaiki setelah bertahun-tahun dalam kondisi rusak dan dihuni bersama 12 anggota keluarganya.

“Saya merasa bangga dan terharu. Saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Tidak menyangka banyak yang peduli seperti Pak Wakil Bupati dan Pak Hartono datang langsung ke sini,”ungkap Saparudin.

Dia juga menyebut selama proses pembangunan rumah, dirinya dan keluarga telah disiapkan rumah kontrakan sementara.

"Alhamdulillah sudah disiapkan juga kontrakan,"ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, mengatakan program Rutilahu merupakan hasil kolaborasi pemerintah, desa, donatur dan masyarakat.

"Hari ini saya datang ke lokasi, tapi bukan saya sendiri. Saya bersama Kang Irfan, Pak Hartono, dan juga tim. Alhamdulillah ada sumbangsih juga dari Kang Irfan dan Pak Hartono untuk membantu membenahi rumah Rutilahu bagi masyarakat,”kata Ali.

Dia juga mengatakan, informasi mengenai rumah tidak layak huni seringkali diketahui dari laporan masyarakat, termasuk melalui media sosial.

“Karena kemarin sempat ramai juga di media sosial. Alhamdulillah dengan adanya media sosial, pemerintah juga bisa mengetahui apa yang terjadi di masyarakat,” katanya.

Pihaknya juga menekankan, pentingnya komunikasi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah agar kebutuhan masyarakat bisa cepat ditangani, mengingat wilayah Kabupaten Bandung sangat luas hingga ke pelosok desa.

“Saya selalu menyampaikan kepada masyarakat, khususnya para kepala desa, kita harus terus berkomunikasi. Karena Kabupaten Bandung ini luas dengan wilayah pelosoknya, jadi kita harus bekerja sama untuk membantu kebutuhan masyarakat ke depan,” jelasnya.

Ali Syakieb berharap, kolaborasi dengan para donatur bisa terus berlanjut dan membantu lebih banyak warga di Kabupaten Bandung.

“Saya berharap dengan adanya Kang Irfan dan Pak Hartono, ke depan bisa ada titik-titik Rutilahu lainnya di Kabupaten Bandung. Pemerintah Kabupaten Bandung juga pasti akan ikut serta membangun Rutilahu ini ke depannya,”ungkapnya.

Sementara itu, inisiator perbaikan rumah layak huni, Yudha, mengatakan pembangunan rumah dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, donatur, dan swadaya masyarakat.

“Alhamdulillah kita bisa berkolaborasi dengan desa dan para donatur untuk pembangunan rumah ini,” kata Yudha.

Yudha menjelaskan, bantuan dari program Rutilahu pemerintah sebesar Rp20 juta, namun total pembangunan rumah lebih besar karena adanya tambahan dari donatur dan swadaya masyarakat, ada beberapa yang menyumbang mulai dari Hartono Soekwanto, Irfan Hakim, Oghel Zulvianto, anggota DPR RI Ahmad Heryawan dan beberapa donatur lainnya.

“Kalau dari Rutilahu sudah jelas Rp20 juta. Tapi Alhamdulillah terkumpul dari swadaya dan donatur. Kalau dari RAB totalnya sekitar Rp54 jutaan,” jelasnya.

Selain pembangunan rumah, pihaknya juga berencana membantu membuat warung agar keluarga penerima bantuan memiliki usaha dan penghasilan.

“Insya Allah selain rumah, nanti juga akan dibuatkan warung supaya bisa berkelanjutan untuk kehidupan keluarga Pak Saparudin. Mungkin nanti kita desain untuk warung, misalnya Warung Bos Koi,” pungkasnya. ***


Editor : Gin gin T Ginulur