Dago Padel Club Bandung Hadirkan Lapangan Standar Premier Padel Tour Pertama RI
Dago Padel Club Bandung menghadirkan lapangan standar Premier Padel Tour dengan investasi Rp8 miliar. Bos Koi mendatangkan atlet Argentina.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Kota Bandung kembali menorehkan prestasi di dunia olahraga dengan hadirnya Dago Padel Club, arena padel yang diklaim sebagai fasilitas berstandar internasional pertama di Indonesia.
Mengusung spesifikasi yang digunakan pada ajang Premier Padel Tour di Eropa, klub ini menghadirkan delapan lapangan premium dengan investasi lebih dari Rp8 miliar.
Pengusaha asal Bandung sekaligus pencinta ikan koi, Hartono Soekwanto atau yang akrab disapa Bos Koi, mengaku terkesan dengan kualitas fasilitas yang disediakan Dago Padel Club. Menurutnya, lapangan tersebut memberikan pengalaman bermain yang setara dengan arena padel kelas dunia.
Untuk membuktikan kualitas lapangan, Bos Koi mengundang dua atlet profesional asal Argentina, yakni Maxi Sánchez Blasco yang menempati peringkat ke-50 Argentina dan Tiago Vallejos yang berada di peringkat ke-10 Argentina, untuk menjajal langsung fasilitas tersebut.
Dago Padel Club yang berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda Nomor 420, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, menjadi klub pertama di Indonesia yang menggunakan lapangan bermerek Alba, produsen resmi lapangan untuk turnamen Premier Padel Tour di Eropa.
Tak hanya itu, seluruh lapangan juga menggunakan karpet Mondo X3, tipe tertinggi yang mengusung teknologi tiga benang (three yarn structure). Teknologi tersebut diklaim mampu memberikan pantulan bola yang lebih konsisten sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan pemain.
Secara keseluruhan tersedia delapan lapangan berstandar Eropa, terdiri atas dua lapangan tipe Major Set dan enam lapangan tipe Alba.
Selain menggunakan material premium, pembangunan arena juga melibatkan konstruktor berpengalaman asal Eropa sehingga menghasilkan permukaan lapangan yang sangat presisi tanpa titik mati (dead spot). Kondisi tersebut membuat pergerakan pemain lebih stabil dan membantu mengurangi risiko cedera, terutama bagi pemain berusia di atas 40 tahun.
"Ini yang dirasakan oleh Bos Koi, ternyata pemain-pemain dunia itu kayak begini pelintiran bolanya. Kita merasakan apa yang mereka rasakan," ujar Hartono Soekwanto, Sabtu (1/8/2026).
Ia juga mengapresiasi keberanian manajemen Dago Padel Club menghadirkan fasilitas berstandar dunia di Kota Bandung. Selain kualitas lantai dan dinding kaca, arena ini memiliki tinggi atap mencapai 16 meter yang memberikan ruang permainan lebih leluasa.
Investasi pembangunan lapangan pun tergolong besar. Jika lapangan padel standar umumnya membutuhkan biaya sekitar Rp300 juta per unit, Dago Padel Club menghabiskan lebih dari Rp1 miliar untuk setiap lapangan.
Secara keseluruhan, nilai investasi yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp8 miliar untuk menghadirkan delapan lapangan berstandar World Premier Tour yang diklaim menjadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.
"Jadi saya benar-benar mengucapkan terima kasih pada teman-teman yang membuat lapang ini, Dago Padel Club, yang sudah membuat lapang Eropa terbaik di dunia untuk di Kota Bandung," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

