Harumkan Nama SMAN 5 Cimahi, Nasywa Nayla Fitriani Sukses Raih Gelar Duta Genre Provinsi Jawa Barat
Prestasi gemilang ditorehkan Nasywa Nayla Fitriani siswi SMAN 5 Kota Cimahi yang berhasil menyabet gelar Duta Generasi Berencana (Genre) tingkat Provinsi Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Prestasi gemilang ditorehkan Nasywa Nayla Fitriani siswi SMAN 5 Kota Cimahi yang berhasil menyabet gelar Duta Generasi Berencana (Genre) tingkat Provinsi Jawa Barat.
Siswi yang duduk di kelas 11 ini mengaku keberhasilan untuk mendapatkan gelar Duta Genre Jabar tidak serta merta diraih dengan mudah.
Menurut Nasywa, perjalanannya untuk meraih gelar Duta Genre Jabar penuh liku dan tantangan mulai dari awal mengikuti ajang yang mengharuskannya membuat persiapan khusus, hingga menyusun program inovatif yang pernah diimplementasikan saat menjadi Duta Genre Kota Cimahi.
"Dalam capaian menjadi Duta Genre Provinsi Jabar ada banyak proses yang harus dilalui mulai dari mencari informasi tentang Genre, mendalami materi terkait Genre, hingga mempersiapkan program inovatif yang sudah saya terapkan. Jadi, bukan hanya rencana," kata Nasywa baru-baru ini.
Kendati demikian, Nasywa mengaku bersyukur saat dirinya menjadi Duta Genre Kota Cimahi semua program-programnya bisa direalisasikan dan saat ini tinggal mematangkannya di Jabar.
Lebih lanjut Nasywa menuturkan, berbagai proses perjalanan untuk menjadi Duta Genre Provinsi Jabar pun harus dilalui mulai dari pembinaan di karantina yang dipusatkan di Hotel Harris Bandung selama empat hari.
"Tantangan pun muncul,seperti berbagai tugas yang harus dijalani, dengan penekanan khusus pada disiplin dan interaksi sosial selama masa karantina," tuturnya.
"Yang lebih berat adalah mematangkan programnya, karena banyak dari kabupaten dan kota memiliki program yang lebih impresif," sambungnya.
Saat pembinaan, sambung Nasywa, beban terasa berat lantaran kegiatan berlangsung hingga malam yang diisi dengan banyak diskusi.
"Masa karantina sangat menuntut disiplin, tanggung jawab, dan kelihaian. Disiplin waktu di Jabar sangat diperhatikan, dan jiwa sosial diuji melalui interaksi dengan kontestan lainnya," ungkapnya.
Nasywa menyebut, sebanyak 54 finalis Duta Genre Provinsi berasal dari berbagai wilayah Kabupaten/Kota di Jawa Barat, melibatkan kalangan mahasiswa.
Tak hanya itu, proses seleksi yang sangat ketat berhasil berjalan lancar berkat kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan.
"Para juri berasal dari BKKBN Jabar, Duta Genre Indonesia, dan Forum Genre Indonesia, membuat proses seleksinya sangat ketat dan selektif. Ada 54 finalis dari 27 Kabupaten/Kota, termasuk beberapa mahasiswa, karena di Jawa Barat terdapat ketentuan usia," paparnya.
"Usia menjadi pertimbangan utama, melihat segmentasi usia remaja yang berkisar 10-24 tahun," sambungnya.
Sebagai Duta Genre Provinsi Jabar, Nasywa berencana untuk melanjutkan program penurunan angka stunting remaja yang telah dilakukan di Cimahi. dengan fokus utama menurunkan angka stunting di Jawa Barat yang masih tinggi sampai pada tahun 2024.
"Saat menjabat sebagai Duta Genre Jawa Barat, tanggung jawabnya sangat besar. Namun, yang pasti, saya berkomitmen untuk mendedikasikan diri kepada remaja di Jawa Barat," paparnya.
"Program utama saya adalah 'Ratu Bening' (Remaja Tangguh Bersinergi Tekan Angka Stunting), dengan fokus penurunan stunting hingga 2024 untuk mencapai Jawa Barat Zero Stunting," ujarnya.
Ke depan, Nasywa pun bakal fokus pada tiga program yang dikemas secara segmented, antara lain dengan fokus pada penyebaran informasi dan pendidikan yang melibatkan berbagai aspek dengan jangkauan yang lebih besar.
"Ada tiga segmentasi, yaitu Ratu 4.0 (Digitalisasi Media Sosial), Ratu Goes to School yang melibatkan anak-anak di sekolah untuk memberikan edukasi dengan metode yang menyenangkan dan Ratu Beraksi yang berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk menyebarkan informasi dan edukasi ke khalayak banyak," tandasnya.
Sementara itu, Guru BK dan Pembimbing Nasywa untuk Genre Kota Cimahi Sman 5 Cimahi, Sri Winarti menyebut, proses pembimbingan dimulai dengan mengadakan audisi di tingkat sekolah untuk menilai bakat dalam public speaking, wawasan, dan penampilan.
Kemudian, fokus bimbingan dilakukan melalui diskusi untuk mempersiapkan program yang akan ditampilkan pada pemilihan duta Genre.
“Membimbingnya kita dari awal mengadakan audisi tingkat sekolah untuk melihat tallent, mulai dari public speaking, wawasan, dan performance," katanya.
"Kalau saya membimbing lebih ke diskusi untuk mempersiapkan program yang nantinya ditampilkan di pemilihan duta Genre,” sambungnya.
Dalam seleksi sekolah, Sri mengakui jumlah peserta yang berpartisipasi cukup banyak, yakni hampir 10 orang dan penilaiannya dilakukan oleh guru dan PIK Kota Cimahi.
Sri pun mengapresiasi kemampuan public speaking dan pemaparan yang baik dari Nasywa, dengan poin lebih khususnya dalam wawancara.
"Dalam seleksi sekolah, Nasywa dinilai memiliki keunggulan dalam public speaking, pemaparan yang baik, dan mendapatkan poin lebih dalam wawancara," tandasnya. *** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

