Heboh Isu Jurusan IPA, IPS dan Bahasa Dihapus di Kurikulum 2022, Begini Penjelasan Kemendikbudristek
Jurusan IPA, IPS dan Bahasa akan dihapus dalam kurikulum 2022? Simak penjelasan Kemendikbudristek ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Masyarakat dibuat heboh dengan isu Kemendikbudristek yang akan menghapus jurusan IPA, IPS dan Bahasa di kurikulum 2022.
Adalah akun TikTok @nunuriii_viral yang menampilkan video singkat berisi tulisan 'Kebijakan kurikulum 2022, Tidak Ada Lagi Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa".
Masyarakat pun bereaksi atas isu dihapusnya jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di kurikulum 2022 tersebut.
Baca Juga: Peringati Hari Ibu, Raisa Ungkap 4 Lagunya yang Terinspirasi dari Sosok Perjuangan Seorang Ibu
Dikutip InilahKoran dari Inilah.com, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menjawab hal itu secara gamblang.
Anindito Aditomo selaku Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo menjelaskan, tidak ada penghapusan mata pelajaran IPA, IPS, dan Bahasa.
Masyarakat sebelumnya sudah terlanjur menganggap pemerintah menghapus tiga mata pelajaran tersebut.
Masih menurut Nio, kebijakan kurikulum 2022 yang akan diterapkan adalah tidak ada lagi pengotak-otakan siswa kelas 11 dan 12 dalam jurusan IPA,IPS, dan Bahasa.
“Alih-alih dikotakkan ke dalam jurusan IPA, IPS, dan Bahasa, siswa kelas 11 dan 12 akan boleh meramu sendiri kombinasi mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya,” kata Nino kepada wartawan, Jakarta, Rabu 22 Desember 2021.
Nino menambahkan, siswa diperbolehkan mengambil mata pelajaran kombinasi dari IPS, Bahasa, dan kecakapan hidup yang sejalan dengan minat dan rencana karier mereka di masa depan.
Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta Rabu 22 Desember 2021: Makin Seru, Andin Tahu Kebenaran Tentang kematian Ibunya
Baca juga DKI Akan Berkoordinasi dengan Bodetabek Soal Tilang Emisi Kendaraan
Dia memberikan contoh, seorang siswa boleh mengambil mata pelajaran Matematika, Fisika lanjutan, tanpa mengambil Biologi ketika ingin menjadi insinyur.
Kurikulum prototipe yang akan diterapkan pada 2022 lebih fleksible dan sifatnya opsional. Kurikulum prototipe hanya diterapkan di satuan pendidikan yang berminat untuk menggunakannya sebagai alat melakukan transformasi pembelajaran.
Baca Juga: Kasus TPPU, Pengadilan Tipikor Bandung Mulai Sidang Mantan Politisi PKS Ini
“Kurikulum prototipe dirancang untuk memberi ruang lebih banyak bagi pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Di jenjang SMA, hal ini berarti memberi kesempatan pada siswa untuk menekuni minatnya secara lebih fleksible,” tambahnya.
Editor : inilahkoran


