Helmi Takjub Potensi Wisata Air Panas di Cisewu Selatan Garut
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman merasa takjub dengan potensi wisata di Kampung Cipanas Desa Sukajaya Kecamatan Cisewu Selatan Kabupaten Garut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Garut - Wakil Bupati Garut Helmi Budiman merasa takjub dengan potensi wisata di Kampung Cipanas Desa Sukajaya Kecamatan Cisewu selatan Kabupaten Garut.
Menurutnya, potensi wisata khususnya wisata alam dengan daya tarik utama sumber mata air panas di Kampung Cipanas tersebut luar biasa dan sangat lengkap. Mulai keindahan pemandangan alam dengan hamparan pesawahannya sepanjang pinggiran hutan hingga aliran sungai dengan airnya yang panas dilengkapi air terjun.
"Ini sangat lengkap di sini. Mulai dari pemandangan yang sangat indah dengan hamparan sawah di pinggir hutan. Kemudian juga ada air panas di sini. Bisa mandi air panas. Bisa melihat curug (air terjun). Kemudian juga bisa berenang di sungai," ujarnya.
Helmi menyebutkan, potensi wisata di Kampung Cipanas Desa Sukajaya Cisewu itu cocok untuk menghilangkan kepenatan dan stres. Terlebih fasilitas wisata sangat lengkap, meski belum bisa diakses kendaraan roda empat.
"Ini sangat komplet, sangat luar biasa, lengkap wisata di sini. Cocok untuk terapi menghilangkan kepenatan, menghilangkan stress, dan di sini cocok juga untuk wisata edukasi keluarga," katanya.
Ketakjuban Helmi atas keindahan alam di Kampung Cipanas itu dikemukakannya usai mengunjungi kampung tersebut di sela kunjungan kerjanya ke wilayah selatan Garut, Rabu (25/8/2021).
Sayangnya, selain belum begitu dikenal dan dikunjungi banyak orang, juga belum ada akses jalan memadai menuju lokasi. Padahal jarak lokasi dari jalan raya Caringin Garut-Bandung hanya sekitar 1,5 hingga dua kilometer.
Akses jalan tersedia hanya jalan rintisan yang hanya bisa dilintasi kendaraan sepeda motor off road. Karena itu, kata Helmi, hal pertama menjadi perhatiannya bagaimana mencari solusi untuk membuka jalan alternatif menuju lokasi agar mudah diakses pengunjung.
"Nah ini sedang kita diskusikan dengan desa. Karena ini terlalu curam jalannya yang sekarang. Lagi dicari jalan alternatif yang landai sehingga bisa dikunjungi oleh wisatawan," ujarnya. (Zainulmukhtar)
Editor : Doni Ramdhani

