Prediksi Lonjakan Wisata Lebaran 2026, Disparbud Jabar Mewanti-wanti Pungli

Dispabud Jabar memprediksi libur Lebaran 2026 sejumalh destinasi wisata di Jabar akan diserbu pengunjung

Prediksi Lonjakan Wisata Lebaran 2026, Disparbud Jabar Mewanti-wanti Pungli
Kepala Disparbud Jabar, Iendra Sofyan

INILAHKORAN.ID - Libur Lebaran 2026, diproyeksikan kembali menjadi momentum panen wisata bagi Jawa Barat. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (Disparbud Jabar) memetakan sejumlah kawasan yang hampir pasti diserbu pelancong, seiring kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang memberi ruang lebih panjang bagi masyarakat untuk bepergian.

Kepala Disparbud Jabar, Iendra Sofyan memprediksi, lonjakan kunjungan akan terkonsentrasi di destinasi-destinasi favorit yang selama ini menjadi andalan saat musim libur panjang.

Kawasan pesisir dan wisata alam selatan Jabar seperti Pangandaran dan Garut Selatan diperkirakan kembali dipadati wisatawan. Begitu pula wilayah aglomerasi seperti Bandung Raya, Bogor Raya hingga Cirebon Raya.

“Diperkirakan peningkatan kunjungan destinasi wisata. Lokasi yang biasa dikunjungi, saya kira tidak berbeda jauh dengan di akhir tahun kemarin, diantaranya bahwa wilayah selatan, antara Pangandaran, Pelabuhan Ratu, kemudian Pameungpeuk, kemudian wilayah Bogor, Bandung, Cirebon akan menjadi perhatian kita,” ujar Iendra dikutip Kamis 26 Februari 2026.

Kebijakan WFA pada arus mudik 15-17 Maret 2026 dan arus balik 25-27 Maret 2026 diyakini menjadi faktor pendorong. Dengan fleksibilitas bekerja dari mana saja, masyarakat tak hanya bersilaturahmi ke kampung halaman, tetapi juga memanfaatkan momen untuk berwisata lebih lama.

Namun, di balik optimisme lonjakan kunjungan, Disparbud Jabar tak menutup mata terhadap persoalan klasik yang kerap muncul saat musim libur, pungutan liar (pungli) dan lonjakan harga tiket masuk yang tak masuk akal.

Pengalaman libur sebelumnya menjadi catatan penting. Praktik pungli di sejumlah titik dan tarif tiket yang melambung di luar ketentuan dinilai berpotensi merusak citra pariwisata Jabar di mata wisatawan.

“Itu menjadi pelajaran kita untuk masalah tiket dan Pungli segala macam. Dalam rangka persiapan, nanti kita akan lebih mendekatkan kepada Polres, Satpol PP menyiapkan itu. Karena yang lainnya sudah lebih siap,” tandasnya.

Disparbud memastikan akan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH), termasuk kepolisian dan Satpol PP di daerah-daerah rawan lonjakan wisatawan. Pengawasan di pintu masuk destinasi hingga kantong-kantong parkir akan diperketat.

Langkah ini menjadi krusial. Sebab, jika persoalan pungli dan tiket tak wajar dibiarkan berulang, euforia lonjakan wisata Lebaran 2026 justru bisa berubah menjadi keluhan massal di ruang publik, yang pada akhirnya merugikan industri pariwisata Jawa Barat sendiri. 


Editor : Ahmad Sayuti