Henhen Herdiana Menangis, Kenapa?

Henhen Herdiana menangis. Usut punya usut, bek kanan Persib Bandung itu menangis karena timnya berhasil mengunci gelar juara Liga 1 musim ini.

Henhen Herdiana Menangis, Kenapa?
Henhen Herdiana menangis lantaran mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa Persib Bandung sudah dipastikan juara Liga 1 musim ini. Sebab saat itu, ia tidak menyaksikan pertandingan Persebaya vs Persik yang menentukan timnya juara. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Henhen Herdiana menangis. Usut punya usut, bek kanan Persib Bandung itu menangis karena timnya berhasil mengunci gelar juara Liga 1 musim ini.

Henhen Herdiana menangis lantaran mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa Persib Bandung sudah dipastikan juara Liga 1 musim ini. Sebab saat itu, ia tidak menyaksikan pertandingan Persebaya vs Persik yang menentukan timnya juara. 

“Henhen lagi di perjalanan. Henhen lihat itu di grup ketika Pak Irfan (Sekretaris Persib) kirim pesan, Alhamdulillah lah juara. Spontan lah langsung air mata kebahagiaan muncul,” ungkap Henhen Herdiana menangis.

Meski demikian, bek bernomor punggung 12 ini merasa euforianya sedikit berkurang. Apalagi jika dibandingkan dengan perayaan juara pada musim sebelumnya.

“Kayak kurang, euforianya gak kayak tahun kemarin. Kalau tahun kemarin kan pas beres (pertandingan), langsung juara, sekarang masih ada tugas, jadi sampai selesai dulu,” katanya. 

Henhen pun memastikan tidak akan berleha-leha dalam menghadapi tiga laga sisa ini. Kemenangan tetap menjadi incaran, baik saat menghadapi Barito Putera, Persita Tangerang maupun Persis Solo. 

“Tidak ada kata santai karena itu bisa menjadi penilaian dan tolak ukur pelatih buat kedepannya kan. Masih ada tuga pertandingan, pelatih bisa melihat pemain mana yang benar-benar sungguh-sungguh dan tidak ada kata leha-leha, ini belum selesai, kompetisi masih berjalan,” tegasnya.

“Meskipun Persib sudah juara tapi kompetisi masih berjalan, ceuk sunda mah wayahna bereskeun secara tuntas dan profesional. Kalau bisa Henhen tiga pertandingan Persib bisa sapu bersih,” sambungnya.


Editor : Doni Ramdhani