Hobi Makan Gorengan saat Berbuka Puasa, Simak Bahayanya

Masyarakat di Indonesia mungkin sudah tidak asing dengan makanan yang satu ini. Bahkan, di sepanjang jalan pasti banyak dijajakan.

Hobi Makan Gorengan saat Berbuka Puasa, Simak Bahayanya
ilustrasi gorengan
 
INILAHKORAN, Cimahi - Masyarakat di Indonesia mungkin sudah tidak asing dengan makanan yang satu ini. Bahkan, di sepanjang jalan pasti banyak dijajakan.
 
Gorengan, ya kudapan yang satu ini memang banyak diburu, terlebih di bulan suci Ramadhan yang tentunya tidak lengkap rasanya jika berbuka tak ditemani dengan gorengan.
 
Rasanya yang gurih dibarengi pedasnya cabai rawit menjadi kenikmatan tersendiri usai berpuasa selama sehari penuh.
 
 
Namun, tahukah anda jika mengonsumsi gorengan berlebihan menjadi tak bagus untuk kesehatan.
 
Pasalnya, semua jenis makanan yang digoreng tentu banyak mengandung lemak trans dan lemak jenuh, mulai dari tempe goreng, tahu goreng, pisang goreng, bakwan dan aneka jenis gorengan lainnya. 
 
Parahnya lagi, makan gorengan untuk berbuka puasa ternyata tidak dianjurkan lantaran dapat memicu gangguan pencernaan.
 
 
Dilansir dari kanal YouTube IPB, pada Kamis 24 Maret 2022, Dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB), Karina Rahmadia Ekawidyani mengatakan, mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa tidak dianjurkan.
 
Karina menjelaskan, gorengan termasuk kudapan dengan lemak tinggi. Sebab, lemak termasuk dalam makanan yang sulit dicerna dibandingkan dengan karbohidrat.
 
"Mencerna gorengan itu memakan waktu lebih lama. Padahal selama berpuasa kan sistem pencernaan beristirahat selama setengah hari," katanya.
 
 
Kemudian, sambung Karina, saat makan makanan tinggi lemak jadi sistem pencernaan harus bekerja lebih berat.
 
"Jika makan gorengan saat berbuka, dikhawatirkan akan menyebabkan gangguan pencernaan ketika berpuasa," ujarnya.
 
Karina menyebut, gangguan pencernaan yang disebabkan makan gorengan untuk berbuka, antara lain sakit perut, mual, mulas dan memicu naiknya asam lambung.
 
 
"Mengonsumsi gorengan atau makanan berlemak dapat menaikkan asam lambung bagi penderita GERD (Gastroesophageal reflux disease)," sebutnya.
 
Ia menambahkan, makanan yang tinggi lemak bisa memicu asam lambung. "Bayangin perut yang kosong asam lambungnya meningkat. Kalau yang punya maag pasti perih banget," ujarnya.
 
Agar tak mengganggu sistem pencernaan saat menjalankan ibadah puasa, Karina menganjurkan agar memberi jeda dulu saat hendak makan gorengan.
 
 
"Paling tidak ada makanan yang masuk lebih dulu ke perut baru makan gorengan. Jumlahnya juga harus dibatasi, lemak ini bisa menumpuk dan berisiko jadi obesitas atau kegemukan," pungkasnya. *** (agus satia negara).
 
 


Editor : inilahkoran