HPSN 2024, Ema Sumarna : Refleksi Kota Bandung Menuju Zero Waste City
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperingati hari peduli sampah nasional, Rabu 21 Februari 2024. Momentum ini menjadi refleksi bagi Kota Bandung untuk menghadirkan kota nol sampah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperingati hari peduli sampah nasional, Rabu 21 Februari 2024. Momentum ini menjadi refleksi bagi Kota Bandung untuk menghadirkan kota nol sampah.
“Kami terus menggeser mindset menjadi culture-set, bahwa di Kota Bandung penanganan sampah dapat diselesaikan secara mandiri di level kewilayahan,” kata Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna, Rabu 21 Februari 2024.
Ia mengungkapkan, Kota Bandung telah dua kali mendapat peringatan untuk mulai membenahi pola penanganan sampah. Pertama pada 2005, saat terjadi peristiwa bencana di TPA Leuwigajah yang berdampak sangat besar terhadap Kota Bandung.
Lalu saat terjadi masa darurat sampah, hampir setengah tahun pada 2023 akibat peristiwa terbakarnya TPA Sarimukti. Menurut Ema, dua peristiwa ini telah menjadi refleksi sekaligus stimulan agar Kota Bandung mulai berbenah soal penanganan sampah.
Ema yang juga berkapasitas sebagai Ketua Harian Satgas pada Masa Darurat Sampah menekankan, kebiasaan baru pengolaan sampah pasca darurat harus terus dipertahankan. Pasalnya, Kota Bandung tidak bisa terus menerus mengandalkan TPA Sarimukti sebagai solusi penanganan sampah dengan pola lama (kumpul - angkut - buang).
“Saya yakin, pada momentum HPSN 2024 ini semua pihak akan terbawa aura positif sama-sama menghadirkan Bandung sebagai kota nol sampah. Banyak hal yang perlu dibenahi di Kota Bandung, tetapi kami rasa semua bertahap,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Dudi Prayudi menyebut HPSN 2024 sebagai tahapan baru pasca darurat sampah.
Menurut ia, setelah masa darurat dan seterusnya. Kota Bandung berkomitmen mengaplikasikan pengolahan dan pengelolaan sampah tanpa bergantung kepada tempat pembuangan akhir.
“Dengan partisipasi aktif dari semua pihak, mari wujudkan Bandung sebagai kota bebas sampah,” kata Dudy Prayudi. *** (yogo triastopo)
Editor : JakaPermana

