Idola K-Pop The Black Label Rata-rata Terlahir dari Keluarga Kaya, Mulai dari Member ALLDAY PROJECT hingga MEOVV

Hampir semua idola K-Pop yang ada di agensi The Black Label, seperti ALLDAY PROJECT dan MEOVV berasal dari keluarga kaya raya.

Idola K-Pop The Black Label Rata-rata Terlahir dari Keluarga Kaya, Mulai dari Member ALLDAY PROJECT hingga MEOVV
ALLDAY PROJECT dan MEOVV.

INILAHKORAN, Bandung - Biasanya dikenal miskin jadi Kaya berkat jadi Idola K-Pop, nampaknya artis The Black Label tidak seperti itu.

Dunia K-Pop kembali ramai dengan debut grup campuran The Black LabelALLDAY PROJECT, yang menjadi pusat perbincangan hangat seputar kekayaan, privilese, dan kekuasaan di industri Idola.

Sebagian besar sorotan awalnya tertuju pada Annie Moon, member yang kemudian terungkap sebagai pendatang baru yang luar biasa.

Annie adalah putri Chung Yoo Kyung, presiden divisi department store Shinsegae Group, salah satu kerajaan ritel terbesar di Korea.

Neneknya tak lain adalah Lee Myung Hee, ketua Shinsegae dan putri bungsu pendiri Samsung, Lee Byung Chul, yang menjadikan Annie pewaris generasi keempat konglomerat paling ikonis di Korea Selatan.

Namun Annie bukan satu-satunya chaebol di grup tersebut. Foto-foto terbaru member termuda, Youngseo, telah viral di komunitas online Korea, memperlihatkannya mengenakan seragam sekolah di Branksome Hall Asia, sebuah sekolah internasional bergengsi di Pulau Jeju.

Dikenal karena biaya kuliahnya yang sangat tinggi, mulai dari sekitar 30-40 juta KRW (sekitar $22.000–$29.000 USD) per tahun, dan mencapai lebih dari 100 juta KRW (sekitar $72.000 USD) termasuk biaya asrama dan biaya lainnya, sekolah ini dikenal sebagai surga bagi anak-anak elit Korea.

Laporan kini menunjukkan bahwa Annie mungkin juga pernah menghadiri Branksome Hall, yang semakin menegaskan akar kekayaan dan status grup tersebut.

Pengungkapan ini telah memicu kembali perdebatan tentang kebangkitan Idola "golden spoon", para penampil muda dari keluarga super Kaya yang debut bukan semata-mata untuk keluar dari kemiskinan atau mengejar ketenaran, melainkan sebagai bentuk lain dari privilese.

Hal ini sangat kontras dengan kisah-kisah dari miskin menjadi Kaya yang pernah mewarnai narasi Idola K-Pop.

Para kritikus berpendapat bahwa latar belakang semacam itu dapat menciptakan keuntungan yang tidak adil.

Misalnya, ALLDAY PROJECT baru-baru ini berhasil tampil di sampul majalah Vogue Korea, meskipun baru saja debut dan tanpa dukungan dari merek-merek mewah mana pun yang menjadi sponsor.

Banyak yang menganggap hal ini mencerminkan koneksi internal dan dukungan finansial grup tersebut.

Ini bukan kasus yang terisolasi. Member Narin dan Gawon dari girl grup baru The Black LabelMEOVV, juga telah dikaitkan dengan keluarga Kaya, yang semakin menyoroti semakin banyaknya Idola istimewa di perusahaan tersebut.

Sementara beberapa penggemar memuji grup ini atas visual, bakat, dan konsep segar mereka, yang lain menyuarakan kekhawatiran tentang kesenjangan kelas yang semakin dalam di industri ini. 

"Satu generasi yang lalu, para Idola menginspirasi penggemar dengan kisah perjuangan dan kegigihan mereka," komentar seorang netizen. "Sekarang rasanya semua tentang siapa orang tuamu."

Seiring dengan semakin populernya ALLDAY PROJECT, perjalanan mereka mungkin akan terus menantang nilai-nilai tradisional dunia Idola K-Pop memicu perbincangan bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang uang, prestasi, dan dinamika kekuatan K-Pop modern yang terus berubah.***


Editor : Irma Nurfajri