Iendra Sofyan Optimistis, West Java Railway Heritage Bakal Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Jabar
Kepala Dinas Parisiwata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Iendra Sofyan optimistis, gagasan West Java Railway Heritage bakal mendongkrak kunjungan wisatawan ke Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Parisiwata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Iendra Sofyan optimistis, gagasan West Java Railway Heritage bakal mendongkrak kunjungan wisatawan ke Jabar.
Iendra mengatakan, konsep West Java Railway Heritage yakni berwisata dengan menggunakan moda transportasi kereta api. Dimana ini dikatakan Iendra, telah diamini PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk berjalan. Sehingga dalam waktu dekat, konsep ini sudah bisa berjalan.
Iendra meyakini, konsep West Java Railway Heritage ini bakal memantik minat wisatawan karena jalur kereta api di Jabar melewati keindahan alam, yang mana menurutnya memang menjadi favorit pengunjung.
"Jadi kereta api nanti sebagai sebagai daya tarik, yang kedua adalah sebagai akses. Sebagai daya tarik, sejarahnya (kereta api)," ujar Iendra dikutip Minggu 12 Oktober 2025.
Pemprov Jabar melalui Disparbud kata dia, sudah menggandeng salah satu komunitas pencinta kereta api dalam menyediakan paket wisata.
"Salah satunya adalah stasiun Cibatu. Sudah dikunjungi oleh Charlie Chaplin. Kenapa sih saya bilang pengen ke sana? Karena waktu itu masih ada kereta yang oleh batu bara yang ada di Garut. Jadi hanya melihat itu. Itu sebagai daya tarik," ucapnya.
Belum lagi pemandangan alam di rute Bandung-Banjar lanjut dia, yang memiliki panorama menarik. "Sawah itu keren banget, tidak kalah dengan Swiss dan segala macam," ucapnya.
Dia berharap, dengan adanya konsep ini tidak hanya menstimulasi penggunaan kereta sebagai akses transportasi, tetapi juga menggerakkan ekonomi bagi masyarakat.
"Dengan kereta api sebagai akses, artinya akan menghidupkan ekonomi baik UMKM, transportasi dan lain sebagainya yang ada lokal di situ," kata Iendra.
Disinggung mengenai masih adanya premanisme dan pungutan liar (pungli) di kawasan wisata, Iendra menegaskan Pemprov Jabar bersama kabupaten/kota telah menggandeng aparat kepolisian, dalam pengamanan dan penindakan.
"Nah, yang terakhir adalah bagaimanapun kita perlu investor. Nah, ini yang kita siapkan nanti program-program, proyek-proyek yang bisa menarik investor untuk pembangunan pariwisata," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

