IHSG Ditutup Melemah ke 6.185, Investor Tunggu Keputusan Suku Bunga The Fed AS
IHSG ditutup melemah 0,17 persen ke level 6.185 pada perdagangan Senin. Investor bersikap wait and see menanti keputusan suku bunga The Fed.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Senin (27/7/2026) di zona merah.
Pelemahan terjadi seiring sikap pelaku pasar yang masih memilih wait and see menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), serta mencermati dinamika kebijakan moneter di dalam negeri.
IHSG ditutup turun 10,65 poin atau 0,17 persen ke level 6.185,78. Sementara indeks LQ45, yang berisi saham-saham unggulan, ikut melemah 2,23 poin atau 0,36 persen ke posisi 612,56.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan sentimen pasar global sebenarnya mulai membaik setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah mereda.
"Sentimen terangkat oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat menghentikan serangan terhadap Iran pada akhir pekan, dan Iran mengatakan bahwa mereka telah menghentikan serangan balasan terhadap sekutu AS di kawasan itu," ujar Nico dalam kajiannya.
investor Tunggu Keputusan The Fed
Meski sentimen geopolitik mulai membaik, perhatian investor kini beralih ke agenda ekonomi global, terutama hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 28-29 Juli 2026.
Keputusan The Fed mengenai arah suku bunga diperkirakan akan menjadi penentu pergerakan pasar keuangan global dalam jangka pendek.
Selain itu, investor juga menunggu sejumlah data dan kebijakan penting lainnya, antara lain:
1. Keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ).
2. Kebijakan Bank of England (BoE).
3. Data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat.
4. Pertumbuhan ekonomi AS kuartal II 2026.
5. Data durable goods orders AS.
6. Rapat Politbiro China.
7. Data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur China.
8. Konflik AS-Iran Mereda, Harga Minyak Turun
Nico menjelaskan, meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran turut menekan harga minyak mentah dunia.
Penurunan harga energi tersebut dinilai mengurangi kekhawatiran pasar terhadap inflasi global sekaligus memperbaiki prospek stabilitas pasokan energi.
Dari China, National Bureau of Statistics (NBS) melaporkan laba sektor industri masih tumbuh 18,7 persen, meski sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 18,8 persen.
Pelaku pasar juga menanti hasil rapat Politbiro yang dipimpin Presiden Xi Jinping untuk mengetahui arah kebijakan ekonomi Negeri Tirai Bambu pada paruh kedua tahun 2026.
Pasar Cermati Kepemimpinan Baru Bank Indonesia
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada kepemimpinan Bank Indonesia setelah pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI.
Saat ini Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia hingga gubernur definitif ditetapkan.
Menurut Nico, meski pergantian tersebut bertujuan menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar, investor masih mencermati kemungkinan dampaknya terhadap arah kebijakan moneter, independensi BI, serta stabilitas nilai tukar rupiah.
Delapan Sektor Terkoreksi
Sepanjang perdagangan, IHSG sempat dibuka melemah dan bertahan di zona negatif hingga penutupan.
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, hanya dua sektor yang berhasil menguat, yakni:
1. Industri naik 0,72 persen.
2. Teknologi naik 0,33 persen.
Sementara delapan sektor lainnya mengalami pelemahan, dipimpin oleh:
1. Infrastruktur turun 1,29 persen.
2. Properti melemah 0,75 persen.
3. Energi turun 0,66 persen.
4. Saham Top Gainers dan Top Losers
Saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar pada perdagangan Senin meliputi:
1. DMMX
2. BAJA
3. ZONE
4. TAMA
5. MCAS
Sedangkan saham dengan penurunan terdalam adalah:
1. KDTN
2. ARKO
3. MLPT
4. OMRE
5. OILS
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan 1,79 juta transaksi, melibatkan 26 miliar lembar saham senilai Rp12,12 triliun.
Sebanyak 318 saham menguat, 360 saham melemah, dan 287 saham bergerak stagnan.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa ditutup menguat. Indeks Nikkei naik 0,66 persen, Shanghai menguat 1,15 persen, Hang Seng bertambah 0,98 persen, Kospi naik 0,97 persen, dan Strait Times menguat 0,55 persen.***
Editor : JakaPermana

