Imbas Kasus Keracunan 88 Seoul Paskal Bandung, Cabang Lain Ikut Sepi Pembeli
Dugaan keracunan di 88 Seoul 23 Paskal Bandung berdampak pada cabang lain yang mendadak sepi. Warganet soroti penanganan manajemen dan standar SOP F&B.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kasus dugaan keracunan makanan di gerai restoran Korea 88 Seoul Mal 23 Paskal Bandung berbuntut panjang.
Dampak dari insiden tersebut tidak hanya berhenti pada penutupan sementara gerai di Paskal, tetapi juga menjalar ke cabang-cabang 88 Seoul di lokasi lain yang dilaporkan mendadak sepi pengunjung.
Seorang pengguna platform Threads dengan akun @fr_yulius membagikan foto suasana gerai 88 Seoul di Living World pada pukul 18.00 WIB yang tampak lengang dan hampir tanpa pengunjung.
Dalam unggahannya, ia menyerukan fenomena ini sebagai gambaran besarnya pengaruh persepsi publik di era media sosial.
"Satu kejadian di satu outlet, bisa menjalar ke outlet lain. Satu kasus efeknya bisa ke seluruh cabang. Yang lebih sadis, kadang outlet yang bahkan nggak ada hubungannya dengan kejadian tersebut ikut kena imbasnya. Inilah dunia F&B di era social media. Kita bisa bangun reputasi bertahun-tahun, tapi persepsi publik bisa berubah dalam hitungan jam," tulis akun @fr_yulius.
Unggahan tersebut langsung mengundang beragam reaksi dari warganet yang menyoroti manajemen krisis serta standar keamanan pangan yang diterapkan pihak restoran.
Akun @adrian.hkg menilai kasus ini harus menjadi pelajaran berharga bagi industri kuliner.
"Makanya ini menjadi satu pelajaran besar, bahwa SOP spt SFMS dan HACCP harus benar2 d jalankan dan di awasi ketat baik oleh staff, spv ataupun manager di F&B," ungkapnya.
Pengguna @bertndant menilai bola liar dari insiden ini membesar akibat respons awal pihak restoran yang terkesan lambat.
"Respon pihak resto nya memang agak lamban dan pertama klarifikasi masih denial serta tidak ada permintaan maaf. Harusnya kalau dari awal resto dan manajemen cepat tanggap bola liar nya ga bakal separah ini," tulisnya.
Di sisi lain, akun @vitajolim melihat ada iktikad baik dari manajemen meski di awal sempat kurang pas. "Klarifikasi pertama ga minta maaf tapi langsung kasih hotline dan call center buat pengaduan, terus mereka tanggung jawab ke para korban. Klarifikasi kedua baru minta maaf. Yang salah writingnya aja, toh akhirnya tanggung jawab," tulisnya.
Sementara itu, beberapa konsumen mengaku kecewa. "Terlepas dr kasus ya ni brand udah aku blacklist dr lama," celetuk akun @gelvando.
Editor : Firda Rachmawati
