Imbas Tahapan Sorlip Surat Suara Pemilu 2024, Warga KBB Kecipratan Rezeki
Pelaksanaan tahapan sortir lipat atau sorlip surat suara Pemilu 2024 yang digelar KPU Kabupaten Bandung Barat (KBB) di Kampung Cibingbin RT 05/RW 04 Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang tak hanya membantu perekonomian para petugas. Namun, juga bagi warga sekitar Gudang Logistik KPU KBB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pelaksanaan tahapan sortir lipat atau sorlip surat suara Pemilu 2024 yang digelar KPU Kabupaten Bandung Barat (KBB) di Kampung Cibingbin RT 05/RW 04 Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang tak hanya membantu perekonomian para petugas. Namun, juga bagi warga sekitar Gudang Logistik KPU KBB.
Pasalnya, dengan banyaknya petugas sorlip surat suara Pemilu 2024 yang mencapai 850 orang berdampak besar kepada warga yang menjajakan dagangannya di sekitar lokasi sorlip.
Salah satunya seperti yang diungkapkan Dede (47) warga Kampung Cibingbin ini mengaku kecipratan rejeki dari adanya kegiatan sorlip surat suara Pemilu 2024 yang diselenggarakan KPU KBB tersebut.
"Alhamdulillah, sejak ada sorlip ini ada peningkatan pemasukan dari petugas sorlip yang sengaja jajan di warung," kata Dede yang menjajakan gorengan dan minuman dingin ini, Selasa 16 Januari 2024.
Dede mengaku, jika pada hari biasa dirinya mendapat keuntungan 10-20 persen. Pasca ada kegiatan sorlip ini pemasukannya mengalami kenaikan sekitar 50 persen.
"Saya jual gorengan dan minuman. Tapi, rata-rata banyak yang beli itu minuman dingin," ucapnya.
Menurut Dede, tak hanya dirinya para pedagang lain yang tak jauh dari Gudang Logistik KPU KBB juga sama kecipratan rejeki.
"Alhamdulillah yang lain juga kecipratan. Meski pun ada beberapa petugas yang tinggal tak jauh kerap kas bon dulu. Tapi, yang penting mereka bayar," imbuhnya sambil melayani pembeli.
Hal yang sama juga dirasakan Opik (43) sopir angkutan umum (Angkot) trayek Cikalongwetan-Padalarang ini bersyukur lantaran dirinya dicarter untuk mengantarkan petugas sorlip yang berasal dari Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang.
"Ada sekitar 12 angkot yang dicarter petugas sorlip dari Tagogapu, tepatnya di kantor KPU KBB karena mereka butuh kendaraan untuk bisa sampai ke Gudang Logistik," kata Opik.
Opik menuturkan, para petugas sorlip itu sudah mencarter belasan angkot sejak 2 Januari 2024 hingga saat ini dengan sistem antar jemput.
"Untuk pembayarannya per orang, ada yang tunai ada yang bayar nanti setelah dibayarnya pekerjaan mereka sebagai petugas sorlip," tuturnya.
Dalam satu angkot, terang Opik, ada yang berisi 14 hingga 16 orang dengan masing-masing penumpang membayar Rp20 ribu untuk pulang pergi.
"Kalau 14 orang dikali Rp20 ribu aja udah Rp280 ribu. Itu dipotong setoran Rp130 ribu, uang bensin Rp100 ribu. Bersih-bersih ke rumah bawa Rp50 ribu," terangnya.
Idealnya, kata Opik, minimal Rp30 ribu untuk pulang pergi karena kalau berangkatnya ngecer itu bisa dua sampai tiga kali naik angkot untuk bisa sampai ke Gudang Logistik.
"Awal pemberangkatan itu kan dari kantor KPU KBB. Tapi lumayan lah daripada sepi," ujarnya. (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

