Imron Minta Pemberdayaan Perempuan Cirebon jadi Agen Perubahan

Upaya pemberdayaan perempuan di Kabupaten Cirebon terus digalakkan. Salah satunya melalui kegiatan vokasional perempuan yang menyasar Kelompok Perempuan Kepala Keluarga.

Imron Minta Pemberdayaan Perempuan Cirebon jadi Agen Perubahan
Bupati Imron menyampaikan, perempuan memiliki peran strategis, tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam pembangunan masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, pemberdayaan perempuan perlu diberikan ruang dan dukungan untuk berkembang. (maman suharman)

INILAHKORAN, Cirebon - Upaya pemberdayaan perempuan di Kabupaten Cirebon terus digalakkan. Salah satunya melalui kegiatan vokasional perempuan yang menyasar Kelompok Perempuan Kepala Keluarga.

Program pelatihan ini diinisiasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian dan keterampilan serta pemberdayaan perempuan, khususnya mereka yang menjadi tulang punggung keluarga.

Bupati Imron menyampaikan, perempuan memiliki peran strategis, tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam pembangunan masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, pemberdayaan perempuan perlu diberikan ruang dan dukungan untuk berkembang.

"Kegiatan ini bertujuan untuk membina perempuan agar menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan mampu menjadi kader pembinaan di keluarga maupun di masyarakat. Kita ingin perempuan Cirebon menjadi agen perubahan yang mendorong kemajuan daerah,” ujar Bupati Imron, Selasa 27 Mei 2025.

Menurutnya, pemerintahan daerah mendukung penuh program-program pemberdayaan perempuan, terutama bagi mereka yang menghadapi tantangan ekonomi sebagai kepala keluarga.

Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni menjelaskan  peserta kegiatan ini adalah perempuan yang menjadi kepala keluarga, baik karena ditinggal wafat suami, bercerai, atau karena suaminya tidak mampu bekerja.

“Mereka ini dilatih untuk meningkatkan keterampilan agar bisa menopang ekonomi keluarga. Tidak hanya pelatihan, tapi juga ada aktivitas yang mendukung produktivitas mereka. Hingga tahun 2025 ini, sudah ada sekitar 680 perempuan dari sembilan kecamatan yang telah mengikuti pelatihan serupa,” tutur Eni.

Dalam pelatihan di Kecamatan Talun ini, para peserta mendapatkan pelatihan dari praktisi dan pelaku usaha, termasuk dari pelatih kuliner ternama, Rolia. Harapannya, setelah pelatihan, para peserta bisa mengembangkan usaha mandiri, bahkan mengikuti jejak para pelatih yang telah sukses.

Program ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dana dari APBD Kabupaten Cirebon, Pagu Indikatif Kewilayahan dan Sektoral, serta pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Cirebon.

"Alhamdulillah, semua elemen ikut berkontribusi. Ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dewan, dan masyarakat dalam mendukung pemberdayaan perempuan,” tukas Eni. 


Editor : Doni Ramdhani