Indisipliner, Satria Muda Bandung Coret Karl Gloria
Keputusan mengejutkan dilakukan Satria Muda Bandung. Tim bola basket asal Bandung ini mencoret seorang pemainnya, Karl Gloria.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Keputusan mengejutkan dilakukan Satria Muda Bandung. Tim bola basket asal Bandung ini mencoret seorang pemainnya, Karl Gloria.
Direktur Teknik (Sport Director) Satria Muda Bandung Youbel Sondakh menjelaskan keputusan pencoretan dilakukan lantaran Karl Gloria melakukan tindakan indisipliner yang melanggar kode etik klub.
“Keputusan ini diambil bukan semata sebagai respons atas pelanggaran, tetapi juga sebagai langkah yang didasari pertimbangan strategis demi kebutuhan tim dan perkembangan karier pemain terkait ke depannya. Klub percaya setiap keputusan harus mengedepankan kepentingan kolektif, namun juga tetap memikirkan ruang pertumbuhan bagi setiap individu yang ada di dalamnya,” ujar Youbel, Jumat 6 Maret 2026.
Dia menegaskan, Satria Muda Bandung sangat mengedepankan nilai kedisiplinan dalam latihan dan pertandingan, sikap profesional yang harus dipegang di luar maupun dalam pertandingan, hubungan yang baik antarpemain, pelatih, dan manajemen, serta etika komunikasi dan representasi klub.
“Jujur, dari manajemen sangat menyayangkan hal ini terjadi karena kami melihat bahwa Karl adalah pemain yang mempunyai potensi dan talenta yang mumpuni untuk menjadi pemain yang hebat ke depannya. Satria Muda mempercayai hal itu. Namun di sisi lain, kami mempertimbangkan semua aspek, termasuk prinsip klub dan juga pengambilan keputusan yang terbaik untuk semua pihak. Proses internal berjalan dengan komunikasi yang terbuka antara pemain, pelatih, dan manajemen sebelum keputusan diambil. Bagi kami, standar disiplin adalah fondasi utama,” kata Youbel.
Youbel juga menegaskan sejak awal Satria Muda Bandung dibangun dengan semangat ‘the family’, di mana setiap anggota harus saling menjaga dan menghormati. Untuk bisa berprestasi, kedisiplinan adalah nilai yang tidak dapat ditawar.
“Di sisi lain, kami berharap Karl dapat terus berkembang di klub lain dan tetap melanjutkan karier profesionalnya di Indonesia. Kami juga berterima kasih atas kontribusi dan dedikasinya selama dua tahun terakhir bersama Satria Muda," tambahnya lagi.
Serupa dengan itu, pelatih Kepala Satria Muda Bandung Djordje Jovicic juga menekankan pentingnya standar dan nilai yang dijaga tim. Sebab baginya, persoalan disiplin dapat memberikan dampak terhadap dinamika dan persiapan tim.
“Bola basket dibangun di atas kepercayaan, tanggung jawab, dan rasa saling menghormati. Ketika situasi seperti ini muncul, tentu ada distraksi, namun ini juga menjadi momen untuk menegaskan kembali standar dan nilai yang kami pegang. Saya menyampaikan keputusan ini secara langsung dan transparan kepada seluruh pemain, menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi kepentingan terbaik tim dan untuk menjaga standar profesionalisme,” kata Djordje.
Editor : Doni Ramdhani

