Indramayu Berjalan Lancar dan Efisien, DPMD Jabar Fokus Tatap Pilkades Digital Karawang
Pelaksanaan Pilkades digital di 139 tempat pemungutan suara (TPS) Kabupaten Indramayu berjalan lancar dan efisien.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pelaksanaan Pilkades digital di 139 tempat pemungutan suara (TPS) Kabupaten Indramayu berjalan lancar dan efisien.
Kini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat tengah fokus menatap pelaksanaan perhelatan serupa di Kabupaten Karawang, pada 28 Desember 2025 mendatang.
Kepala DPMD Jabar Ade Afriandi menuturkan, pelaksanaan Pikades digital di Indramayu secara umum berjalan lancar. Bahkan dari sisi waktu terbilang efisien, karena dalam kurun tiga jam sudah selesai.
"Jadi relatif lebih cepat. Beda kalau manual, harus dihitung lagi," ujar Ade saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Minggu 14 Desember 2025.
Total, ada 40.947 dari 53.940 daftar pemilih tetap (DPT) yang turut serta dalam Pilkades digital di 139 TPS di Kabupaten Indramayu. Di mana hasilnya kata dia, tidak ada kendala berarti yang dialami oleh para pemilik suara.
"Tingkat partisipasinya 75,08 persen," ucapnya.
Ade melanjutkan, dengan kesuksesan pelaksanaan Pilkades digital di Indramayu yang menjadi piloting project, kini pihaknya siap menghadapi gelaran serupa di Karawang. Di mana pada 28 Desember 2025, ada sembilan desa yang akan melaksanakan Pilkades, dengan total 61 TPS.
"Sudah diputuskan, semuanya menggunakan digital," katanya.
Sejumlah catatan evaluasi kendala teknis yang terjadi di Pilkades digital Indramayu kata dia, akan menjadi bahan dalam penyempurnaan Pilkades digital Karawang.
"Contohnya kabel listrik yang disediakan tidak sesuai, nah itu bisa ditangani (untuk di Pilkades digital Karawang)," ujarnya.
Disinggung mengenai ancaman peretas atau hacker, Ade menjelaskan dalam pelaksanaan Pilkades digital di Indramayu menggunakan sistem offline atau tidak terkoneksi dengan jaringan internet. Sehingga aman dari ancaman atau gangguan peretas, yang dapat memengaruhi hasil kontestasi.
"Sebetulnya bisa online. Tetapi karena sudah disepakati dengan Pemkab Indramayu, kemudian juga kondisi wilayah, kemampuan warga. Maka kita menggunakan offline," paparnya.
Pola ini, sambung dia, juga akan diterapkan di Karawang guna memastikan pelaksanaan Pilkades digital dapat berjalan lancar.
"Insyaallah untuk Karawang. Di Indramayu lancar, insyaallah di Karawang juga lancar," harapnya.
Sementara, mengenai pelaksanaan Pilkades digital di 2026, Ade mengatakan ada enam daerah dengan total 540 desa yang bakal menggelar kontestasi tersebut. Antaranya Indramayu, Karawang, Kota Banjar, Kabupaten Bandung dan Cianjur.
"Tetapi yang paling masif nanti 2027, karena hampir semua kabupaten dengan total 2 ribu desa," ucapnya.
Kelak, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, untuk skema pelaksanaan Pilkades digital.
"Nanti disepakati, apakah seluruh desa atau seperti di Indramayu, satu desa, satu TPS digital," katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono mengapresiasi pelaksanaan Pilkades digital di Indramayu. Menurutnya, dengan digitalisasi mampu mengefisiensi biaya dan waktu pelaksanaan.
“Pilkades tahun ini dilaksanakan di 139 desa, dan Jawa Barat menyiapkan sistem voting hybrid yaitu ada aplikasi, namun tetap dapat dilakukan manual jika terjadi kendala. Sistem ini tetap menjaga asas Luber, tetapi menghadirkan efisiensi signifikan. Anggaran yang biasanya mencapai Rp25 juta per TPS, kini hanya sekitar Rp4 juta atau sekitar 20 persen dari biaya normal. Kami berharap pilot project ini berjalan baik dan dapat diterapkan di seluruh wilayah Jawa Barat ke depan,” ujarnya.
Penghematan hingga 80 persen ini membuka ruang bagi pemerintah desa untuk mengalihkan anggaran ke sektor pembangunan lain, sambil tetap menjaga kualitas pemilihan.
Editor : Doni Ramdhani
