Industri Cemari Cileungsi dan Cilamaya, Tindak Tegas!
Pencemaran Sungai Cileungsi Bogor dan Sungai Cilamaya, Karawang menjadi sorotan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar bakal menindak industri yang diduga melakukan pencemaran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Pencemaran Sungai Cileungsi Bogor dan Sungai Cilamaya, Karawang menjadi sorotan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar bakal menindak industri yang diduga melakukan pencemaran.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat Bambang Riyanto mengatakan saat ini Pemprov Jabar sedang mengodok pranata penuntasan sungai-sungai tersebut. karena tidak masuk dalam perencanaan sebelumnya seperti Sungai Citarum.
"Ini baru sekarang artinya kita menata dulu payung hukumnya dan siapa saja yang terlibat di dalamnya, itu sudah kita siapkan," ujar Bambang, Rabu (2/9/2019).
Bambang menyebut pihaknya sedang mengkaji sejumlah tahapan. Di mana dalam waktu dekat bakal melibatkan banyak pihak seperti TNI/Polri begitu juga penyiapan dukungan anggaran.
"Dalam waktu dekat mudah-mudahan sudah ada dan siap, dengan anggaran yang tidak ada sebelumnya kita harus bisa, secepatnya," katanya.
Rencana aksi di lapangan yang sudah disiapkan antara lain memeriksa industri-industri di dua sungai tersebut yang diduga menjadi pelaku pencemaran. Sementara ini, berdasarkan data yang pihaknya miliki terdapat 57 industri di Sungai Cileungsi dan di Cilamaya ada 26 industri yang terindikasi mencemari.
"Data ini akan terus berkembang setelah kami terjun melakukan pemeriksaan ke lapangan," ucapnya.
Karena itu, Bambang memastikan, Pemprov Jabar bakal turun tangan untuk melakukan pembenahan di kedua sungai tersebut.
"Sebelum dipanggil Ombudsman Pak Gubernur sudah memerintahkan akan turun tangan ke sungai-sungai bermasalah di Jawa Barat, salah satunya Cileungsi dan Cimalaya," katanya.
Menurutnya penanganan Sungai Cileungsi diperkuat lagi dengan rekomendasi Ombudsman yang meminta Pemprov mengambil alih penanganan dari Pemkab Bogor.
"Bogor sebetulnya sudah berupaya, namun dinilai belum optimal," ujarnya.
Sementara untuk sungai Cilamaya yang alurnya melewati Karawang, Subang dan Purwakarta menurutnya akan dibenahi setelah pihaknya melihat situasi pencemaran yang sudah sama beratnya.
"Terutama di Karawang, yang terkena dampak paling besar," paparnya. (Riantonurdiansyah)
Editor : Bsafaat

