Ini Cerita Irwan, Berproses Selama 2 Tahun untuk Menjadi Gitaris Grup Band Jamrud 

Berawal dari senang, Mochamad Irwan akhirnya bisa bergabung dengan salah satu grup band legendaris asal Cimahi, yakni Jamrud.

Ini Cerita Irwan, Berproses Selama 2 Tahun untuk Menjadi Gitaris Grup Band Jamrud 
Irwan yang merupakan personel dalam formasi terakhir Jamrud harus mengikuti seleksi untuk menjadi seorang gitaris 2. Namun, berkat tekadnya yang kuat diimbangi dengan skillnya yang mumpuni berhasil menarik para seniornya, Irwan akhirnya bergabung dengan Jamrud pada 2008. (istimewa)

INILAHKORAN, Cimahi - Berawal dari senang, Mochamad Irwan akhirnya bisa bergabung dengan salah satu grup band legendaris asal Cimahi, yakni Jamrud.

Meski begitu, tak mudah bagi Irwan untuk bisa masuk menjadi salah satu personel grup band yang dibentuk pada tahun 1989 dengan nama awal Jamrock tersebut.

Irwan yang merupakan personel dalam formasi terakhir Jamrud harus mengikuti seleksi untuk menjadi seorang gitaris 2. Namun, berkat tekadnya yang kuat diimbangi dengan skillnya yang mumpuni berhasil menarik para seniornya, Irwan akhirnya bergabung dengan Jamrud pada 2008. 

Namun, masuknya Irwan sebagai personel Jamrud kala itu bersamaan dengan hengkangnya sang vokalis Jamrud, Krisyanto pada awal 2008. Dia menggantikan posisi Fitrah Alamsyah yang telah meninggal dunia. Sementara, untuk posisi vokalis digantikan Jaja Donald Amdonal dan posisi drummer yang sebelumnya diisi Suherman Husin digantikan Danny Rachman.

Dengan formasi ini Jamrud merilis album bertajuk New Performance 2009 yang dirilis di CiToS Jakarta tanggal 16 Maret 2009. Bahkan, kala itu Jamrud pun bertekad mengubah image agar para Jamers (panggilan untuk penggemar Jamrud) tak lagi membandingkan grup musiknya antara saat era Krisyanto dengan eranya yang mengusung konsep yang lebih keras mulai dari musik, lagu hingga logonya.

Belum lama ini, Irwan pun sedikit menceritakan kenangan dan awal mula dirinya bergabung dengan Jamrud pada 2008 silam.

"Awalnya kan dulu memang seneng ama band Jamrud. Terus saya coba untuk gabung karena kebetulan ada beberapa personelnya yang hengkang," kata Irwan saat ditemui.

Kebetulan, sebut Irwan, dirinya bersama Danny Rachman (Drummer Jamrud saat ini) saat itu keduanya masuk untuk mengisi posisi yang kosong.

"Waktu itu Suherman Husin (drummer Jamrud sebelumnya) keluar. Alhamdulillah saya dan Danny coba gabung untuk mengisi posisi yang kosong," ucapnya.

Bak gayung bersambut, skill dan kepiawaian keduanya dalam bermusik mampu menarik Azis MS yang tak lain pentolan Jamrud pada 2008.

Kendati sudah diterima, mereka pun masih harus mengikuti serangkaian tes untuk membuktikan bahwa keduanya memang layak bersama Jamrud.

"Alhamdulillah, saya sama Danny bisa diterima sama mas Azis MS. Tapi, sama beliau dilihat dan dites beberapa lagu," katanya.

Namun, sambung Irwan, selama dua tahun berproses dirinya terus berupaya mengejar dan mengimbangi keahlian yang dimiliki para seniornya di Jamrud.

"Awal-awal memang perlu proses adaptasi enggak bisa langsung, cuman alhamdulillah lambat laun bisa mengejar standar Jamrud seperti apa," ucapnya.

"Prosesnya juga lumayan setahun dua tahun sampai bisa jalan," sambungnya.

Sebagai junior, ungkap Irwan, dirinya harus bisa terus mengikuti para seniornya untuk tetap menjaga harmonisasi berbagai hal, mulai dari hubungan hingga musikalitasnya.

"Selama bergabung dengan Jamrud, enggak ada duka sebaliknya banyak perasaan sukanya," imbuhnya.

Baginya, kata Irwan, semua senior di Jamrud merupakan panutan lantaran masing-masing memiliki pengalaman dan jam terbang yang tinggi. Menurutnya, mereka sudah lebih dahulu terjun ke dunia musik jauh sebelum dirinya.

"Pastinya saya benar-benar respect dan hormat sama beliau-beliau karena pengalamannya sudah jauh dibandingkan saya," ucapnya.

Ke depan, ungkap Irwan, sebagai generasi baru di Jamrud bakal terus berupaya untuk memadupadankan karakter musiknya dengan para seniornya.

"Untuk hal-hal yang baru saya ikuti Mas Azis sebagai motor Jamrud," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang Jammer (sebutan penggemar Jamrud) Agie mengungkapkan, Jamrud merupakan grup band yang berhasil mengisi ruang lain di era milenium atau 2000an.

Menurutnya, pada tahun itu atmosfer musik lagu genre indie sangat digemari anak muda. Namun, Jamrud tetap eksis dan konsisten.

"Jamrud sukses dengan warna musik rock hingga saat ini. Dengan lirik dan suara khas dari Krisyanto (vokalis), band yang kini digawangi Azis MS (gitaris), Ricky Teddy (bassist), Danny Rachman (drummer) dan Mochmad Irwan (gitaris 2) tetap konsisten memberikan warna di belantika musik tanah air," kata Agie.


Editor : Doni Ramdhani