Ini Kata Pokja PAUD Kota Bandung Terkait Anak Usia Dini Berpuasa
Bunda Paud Kota Bandung memberikan jawab terkait urgensi anak usia dini jika melontarkan pertanyaan soal puasa atau jika mereka harus puasa
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Suasana puasa Ramadhan, seringkali memunculkan jiwa eksplorasi anak usia dini yang menjadi sebuah pertanyaan, mungkin saja belum siap dijawab oleh para orang tua.
Pertanyaan itu misalnya, Ibu, apa itu puasa, kenapa semua harus puasa, puasa itu bisa bikin sakit ya. Kalau puasa itu tidak makan dan minum bisa buat kita sakit karena lemas.
Ya, pertanyaan itu lah yang kerap kali dilontarkan oleh anak-anak kecil, khususnya usia empat (4) tahun.
Baca Juga: Amalan Ramadhan, Dzikir Pengugur Dosa, Ustadz Adi Hidayat: Langsung dari Nabi Adam As
Melihat hal tersebut, Ketua Pokja Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Bandung Sri Wahyuni Solihah mengatakan, usia empat tahun kalau melihat tahapan perkembangannya, anak di usia ini sudah mempunyai kemampuan berbicara yang lancar, menjawab pertanyaan sederhana, bisa bekerjasama dengan orang lain, sudah mulai bersikap mandiri, tidak bergantung pada orang tua, fisik motoriknya juga semakin baik.
"Atau kalau dinarasikan dengan bahasa tahapan perkembangan para ahli, itu bisa dikatakan memiliki kemampuan komunikasi/bahasa, kemampuan sosial dan emosional, kemampuan fisik motorik dan kemampuan kognitif, yang tentu dengan kemampuan di atas bisa terimbaskan pada kemampuan memahami dan mengembangkan nilai moral dan agama," ujar Sri Wahyuni Solihah, Selasa 5 April 2022.
Menurut dia, bulan Ramadhan, dimana semua orang beriman yang sudah baligh diwajibkan untuk berpuasa, merupakan tuntunan agama dimana nilai nilai moral dikembangkan dalam momen ini.
Baca Juga: Belum Penuhi Standar Kearsipan, Kantor Arsip KBB Kondisinya Mengkhawatirkan
Bagi perkembangan nilai moral dan agama anak usia dini, menjadi sangat penting untuk dimanifestasikan.
"Maka usia 4 tahun, bagi saya menjadi tolok ukur anak mengenal lebih jauh tentang puasa Ramadhan, bahkan mulai pada pengimbasan pada praktik langsung berpuasanya, walaupun hanya beberapa saat saja, tergantung kesanggupannya dengan tanpa memaksa, namun berjalan secara alamiah saja," ucapnya.
Tentunya, kata dia, bukan berarti di usia 4 tahun itu, baru dimulai semuanya pengenalan tentang puasa, tapi ada masa-masa sebelum usia itu.
Misalnya, bisa menghadirkan suasana dan semangat Ramadhannya, mengkomunikasikan informasi tentang Ramadhan ini, melalui cara-cara yang kreatif dan menyenangkan dengan penuh kasih sayang, sebagai bagian dari menstimulasi otak anak, sehingga otak anak, mulai saling terhubung satu sama lain, untuk sarana koneksitas, dimana nanti menginformasikan kembali pengalamannya yang terhunung pada fase-fase usia berikutnya.
Baca Juga: Aji Bilang Ricky Kambuaya ke Persib, Teddy Tjahjono: Biarin Aja.....
"Insya Allah kalau sekiranya, semua itu dilakukan oleh para orang tua yang memiliki anak usia dini, maka pada fase berikutnya, dimana anak sudah mulai harus belajar puasa lebih dalam lagi, tidak akan terlalu banyak kesulitan dalam memahamkan pentingnya puasa di bulan Ramadhan," paparnya.
Bahkan, lanjut dia, mereka bukan hanya melakukan puasanya dengan baik di masa mendatang, tetapi memahami juga makna pentingnya ibadah tersebut.
Walhasil mereka akan menjalaninya dengan suka cita karena konsep berpuasanya sudah terekam baik
"Semangat orang tua di bulan Ramadhan tanpa disadari akan berimbas pada semangat anak-anak menjalani Ramadhan ini," tambahnya. *** (okky adiana)
Editor : inilahkoran

