Ini Komitmen Pengelola Bandung Zoo Sebagai Lembaga Konservasi

Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung berkomitmen sebagai lembaga konservasi yang akan memperhatikan satwa-satwa koleksinya.

Ini Komitmen Pengelola Bandung Zoo Sebagai Lembaga Konservasi
Hingga saat ini, jumlah satwa yang ada di Bandung Zoo mencapai lebih dari 800 ekor. Di lembaga konservasi itu hewan-hewan mulai dari beragam jenis burung, jerapah, gajah, singa, hingga ular.

INILAHKORAN, Bandung - Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung berkomitmen sebagai lembaga konservasi yang akan memperhatikan satwa-satwa koleksinya.

Hingga saat ini, jumlah satwa yang ada di Bandung Zoo mencapai lebih dari 800 ekor. Di lembaga konservasi itu hewan-hewan mulai dari beragam jenis burung, jerapah, gajah, singa, hingga ular.

Dokter Hewan Bandung Zoo Dedi Trisasongko mengaku, Bandung Zoo kini memiliki 4 ekor Singa, 2 betina dan 2 lagi jantan dengan kondisi cukup baik.

Pihaknya selalu memantau kondisi kesehatan, seluruh satwa secara berkala yang ada di Kebun Binatang Bandung, khususnya untuk satwa Singa.

"Masing-masing Singa yang ada di Kebun Binatang Bandung yang paling tertua yakni, Raja 15 tahun, 11 dan 10 tahun, serta yang terkecil adalah usia 9 bulan," ujar Dedi di Bandung Zoo, Rabu 10 Agustus 2022.

Dia menambahkan, singa bernama Melin saat ini sedang hamil sekitar satu bulan dengan kondisi kesehatan yang baik dan terus memantaunya.

"Betul, jadi kita memang pantau terus, terkait masa  kebuntingan ini untuk kebutuhan nurisi, kemudian lingkungan agar tidak stres dan mendukung nanti proses kelahiran," ucapnya

Dia juga mengimbau kepada pengunjung Kebun Binatang Bandung untuk tidak memberi makanan kepada satwa, karena bisa mempengaruhi kesehatan satwa.

"Selain itu, kami juga mengimbau jangan melempar sampah. Kita juga saling menjaga area lembaga konservasi," jelasnya.

Sedangkan, keeper singa Asep Adas menambahkan selama menjadi pemberi pakan singa itu dia tidak mendapatkan kesulitan yang berarti, yang terpenting yang harus dilakukan yaitu menjaga jarak.

"Setiap hari jam 9 pagi kita membuka kandang, agar satwa bisa melakukan aktivitasnya di pagi hari. Kemudian kita memasukan kembali pada sore hari," ucapnya.

Selain memantau kondisi satwa, pihaknya juga memberi makan satwa, sehari sekali setiap sore dengan daging segar ditambah vitamin.

"Setiap hari kita ngasih makan sebanyak 8 kg daging per ekor. Ada daging sapi, daging ayam plus tulang," tambahnya.*** (okky adiana)


Editor : Doni Ramdhani