Ini Upaya Wabup Bogor Iwan Tekan Angka SILPa

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan terus melakukan berbagai upaya menekan angka Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPa). Salah satunya, melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek-proyek insfrastruktur jalan, jembatan, maupun bangunan.

Ini Upaya Wabup Bogor Iwan Tekan Angka SILPa
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan. (Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor - Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan terus melakukan berbagai upaya menekan angka Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPa). Salah satunya, melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek-proyek insfrastruktur jalan, jembatan, maupun bangunan.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor ini optimistis, SILPa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2019 ini akab turun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 800 miliar.

"Saya bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, akan mensidak proyek insfrastruktur jalan, jembatan maupun bangunan. Kepada proyek fisik yang mangkrak kami akan putus kontrak penyedia jasanya dan untuk proyek pembangunan Pasar Cisarua akan kami berikan adendum atau masa tambahan kerja," ucap Iwan kepada wartawan, Minggu (24/11).

Pria berkaca mata ini menjelaskan untuk Dinas Pendidikan juga ada evaluasi karena penafsiran harga pembelian lahan yang tidak sesuai dengan harga pembelian di tahun 

"Di Dinas Pendidikan itu ada anggaran pembelian lahan yang tidak terserap hingga menimbulkan SILPa karena harga apraisal tidak sesuai dengan harga update lahan di tahun anggaran, ini akan kami evaluasi," jelasnya.

Iwan menerangkan persoalan proyek pembangunan insfrastruktur jalan, jembatan dan bangunan akan dievaluasi olehnya mulai dari Unit Pengadaan Barang Jasa (ULPBJ).

"Mulai dari ULPBJ, bidang perencanaan dan lainnya akan kami evaluasi agar semua berjalan dan efektif hingga tidak ada proyek mangkrak hingga meninggalkan SILPa yang jumlahnya tidak sedikit," terang Iwan 

Ia menuturkan dirinya menenggarai ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang membantu penyedia jasa untuk menyusun penawaran ke Pemkab Bogor hingga secara aturan penyedia jasa yang ia dukung kemungkinan besar menang karena secara sistem penawarannya baik dan lengkap. 

"Untuk mengurangi praktek curang tersebut kami akan melakukan rotasi di ULPBJ atau SKPD teknis mulai dari staf, hal tersebut kami lakukan untuk mencari oknum ASN nakal tersebut. Kami juga akan buat peraturan agar penilaian pemenang lelang tidak hanya normatif tetapi juga ada unsur subjektifnya," tutur Iwan. (Reza Zurifwan)
 


Editor : Bsafaat