Inilah Perjalanan Gardin, Alifia dan Yudha Menuju Kesuksesan di ITB
Tetap berprestasi di kala penuhnya kegiatan akademik dan perkuliahan menjadi salah satu keunggulan mahasiswa dapat memanajemen waktu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Tetap berprestasi di kala penuhnya kegiatan akademik dan perkuliahan menjadi salah satu keunggulan bagi mahasiswa yang dapat memanajemen waktu dengan baik.
Salah satunya adalah tim ini yang terdiri dari 3 anggota yaitu Gardin Muhammad Andika Saputra, Maha Yudha Samawi, dan Alifia Zahratul Ilmi. Mereka termasuk dalam 1 tim yang berhasil memenangkan perlombaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXXIII 2020.
Di tengah kesibukannya mereka tetap dapat mengikuti lomba ini dengan baik hingga keluar sebagai pemenang. Untuk sekarang ini mereka sedang memiliki berbagai kesibukan diantaranya kegiatan akademik, organisasi (himpunan), dan mengikuti beberapa lomba lainnya.
Ketika pertama kali mengetahui timnya menjadi pemenang lomba, mereka terkejut dan tidak menyangka bahwa bisa menjadi pemenang lomba.
Baca Juga: Tiga Mahasiswa ITB Juarai Kompetisi Nasional Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan Puspresnas 2021
Menurut mereka, ada beberapa cara yang mendukung tim ini dalam proses mengikuti lomba yaitu komunikasi yang baik antar anggota tim, mau beradaptasi dengan kegiatan baru, saling mendukung satu sama lain ketika menghadapi kesulitan, mau berbagi pekerjaan satu sama lain sehingga progress dari lomba ini terlihat dengan jelas, dan saling mengerti jadwal dan kesibukan masing-masing.
Sebelum mengikuti proses lomba, tentunya mereka memiliki motivasi bersama dalam mengikuti lomba ini. Salah satunya adalah dukungan dari dosen pembimbing yang menaruh harapan besar kepada kami agar melakukan yang terbaik dalam lomba ini. Pihak ITB juga menaruh harapan besar kepada kami sehingga kami mengikuti lomba ini dengan baik dan sungguh-sungguh.
Ketika menjalani lomba tersebut tentunya ada kendala atau masalah yang dihadapi dalam tim yaitu pembagian waktu atau kegiatan yang berbeda-beda, padatnya kegiatan akademik, sulit meyakinkan dosen dengan ide yang ada, diperlukannya studi atau pembelajaran lebih terkait materi lomba, kerjasama dalam tim kurang terasa karena diadakan secara online.
Namun dalam mengatasi kendala tersebut, kami memiliki cara untuk mengatasinya yaitu dengan saling mengerti satu sama lain, mau mendukung, berusaha mencari literatur atau ide lain agar meyakinkan dosen terhadap ide yang dimiliki, dan tetap berkomunikasi satu sama lain selain diskusi tentang lomba.
Dalam tim ini juga terdapat beberapa kelebihan yang menjadi kekuatan dalam menjalani proses lomba ini. Adanya komunikasi yang baik antar anggota sehingga diskusi berjalan dengan lancar, menyelesaikan suatu hal sesuai dengan kemampuan, mau berusaha dan belajar bersama ketika dikritik oleh dosen, mau beradaptasi dengan hal-hal baru, dan tidak menjadikan lomba ini sebagai beban melainkan suatu proses yang bisa dilalui dengan mendapat suatu pembelajaran.
Awal dari proses lomba ini yaitu mereka mengikuti coaching di ruangan ditmawa karena masih dalam suasana offline, lalu harus mencari dosen pembimbing sendiri yang mau mendukung kelompok untuk mengikuti lomba ini. Lalu setelah mendapat dosen pembimbing, ide yang dimiliki ternyata dirasa kurang meyakinkan oleh dosen, namun mereka tetap mengikuti arahan dosen dan membuat proposal untuk dikumpulkan. Setelah itu mereka harus merealisasikan ide yang dimiliki dengan melakukan presentasi. Awalnya memang mendapatkan banyak revisi, namun saat pelaksanaan lomba, presentasi dapat dilakukan dengan baik dari awal sampai akhir.
Di tengah sibuknya kegiatan akademik dan non akademik, mereka satu tim selalu menyediakan waktu untuk berdiskusi bersama-sama secara fleksibel dengan jadwal masing-masing antara jam 9-12 malam. Manajemen waktu itulah yang menjadi salah satu faktor yang mendukung mereka dalam memenangkan lomba tersebut.
Baca Juga: Ini Tips Mendorong Penjualan Produk Fesyen Menurut Dosen Sekolah Bisnis ITB Reza Ashari Nasution
Faktor lainnya yaitu adanya dukungan satu sama lain, pengertian terhadap keadaan masing-maisng anggota, dan komunikasi yang baik. Banyak hal yang dilakukan dalam proses lomba ini hingga bisa keluar menjadi pemenang, yaitu adanya efektivitas tim yang bagus, idenya terkadang ditolak oleh dosen, sulit menemukan jalan keluar, melakukan banyak proses diskusi, dan idenya pernah direndahkan oleh dosen.
Dari semua proses yang dialami tersebut, ada beberapa hal yang bisa dipelajari oleh tim yaitu manajemen personalia (meyakinkan dosen), cara mengatur waktu, manajemen prioritas, merasa lebih kuat ketika direndahkan, cara presentasi yang baik, dan menjawab pertanyaan dengan konsisten terhadap pertanyaan yang ada.
Dalam menjalani lomba ini dan prosesnya, salah satu anggota dari tim ini pernah mengalami salah satu titik terendah ketika berkuliah di ITB yaitu saat lomba dan mengalami kesusahan, teman-teman tidak mendukung/ menjauhi. Namun ketika tim berhasil memenangkan lomba, teman-teman itu baru mengucapkan selamat dan mendekati tim ini. Jadi dari proses lomba ini dapat dipelajari juga bahwa kita harus pandai memilah teman yang baik dan mau membantu di setiap keadaan yang dihadapi.
Untuk ke depannya, mereka memiliki beberapa kegiatan yang ingin dicapai yaitu ingin mengerjakan tugas akhir dengan baik, mempelajari hal-hal yang baik dari proses lomba tersebut, mengikuti lomba lainnya, dan ingin cepat lulus. Mereka juga memiliki pesan bagi massa kampus agar tetap termotivasi untuk berprestasi yaitu mau untuk memulai mengerjakan sesuatu, belajar dari kesalahan, fokus pada tujuan, jangan melihat hambatannya melainkan mengumpulkan niat untuk berusaha yang terbaik dalam setiap proses atau rintangan yang dihadapi.***(*)
Editor : inilahkoran


